Pemilik Lahan di Siantan Kecewa, Rusman Ali Ingkar Janji

oleh
Raden Wali Raja (RWR) Maulana Muhammad. Foto : Dod

PONTIANAK – Kasus sengketa kepemilikan  lahan di Jalan Selat Panjang atau Jalan Penunjung, Kelurahan Siantan Hulu, Pontianak Utara antara Raja Wali Raden (RWR) Maulana Muhammad dan Bupati Kubu Raya, H. Rusman Ali pada tahun 2015 silam akhirnya berbuntut panjang.

Dalam perkara sengketa lahan ini,  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah memutuskan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) atau gugatan perkara perdata terhadap BPN Kubu Raya dan Rusman Ali yang diajukan Maulana tidak dapat diterima pada tahun 2016 silam, sehingga membuat Maulana berencana mengajukan gugatan kembali. Namun pihak tergugat  Rusman Ali  meminta damai, dengan mengiming-imingi akan memberikan 10 buah keramba ikan beserta pakannya selama satu tahun atau uang tunai sebesar Rp 1 Miliar kepada Maulana.

Atas dasar itu Maulana lantas membatalkan niatnya untuk melakukan gugatan dan mencabut Surat Kuasa yang diberikannya kepada Christof  H. Purba, SH dan Deny, SH serta Fransis Sagala, SH pada (25/07/16) silam. Tapi sampai saat ini Rusman Ali tidak pernah memenuhi janjinya.

Menurut RWR Maulana Muhammad yang dihubungi B-ONETV, bahwa  Rusman Ali telah menghubungi Siswayudin, Kepala Bagian (Kabag) Percepatan Infrastruktur Kubu Raya melalui telepon seluler  untuk menyelesaikan persoalan sengketa tanah itu melalui proses kekeluargaan.

“Melalui Siswayudin itu Rusman Ali berjanji akan memberikan ganti rugi berupa 10 buah keramba ikan dan pakannya selama satu tahun atau uang tunai sebesar Rp 1 Miliar, namun setelah dibatalkan gugatannya Rusman Ali ingkar janji,” ujar Maulana.

Lantas melalui kuasa hukumnya, Usman Juntak, SH, MH pada (22/09/17) beberapa waktu lalu, Maulana melakukan somasi yang ditujukan kepada Rusman Ali.

“Surat somasi itu sudah dikirimkan ke Rusman Ali yang beralamat di Jalan Pangeran Natakusuma, Gang Rukun, Nomor. 14, Sungai Bangkong, Pontianak beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Maulana pun berharap agar persoalan sengketa tanah ini dapat segera diselesaikan, dan Rusman Ali pun segera memenuhi janjinya.

Sementara itu Usman Juntak, SH, MH yang ditemui B-ONETV di ruang kerjanya pada Rabu (04/10/17) membenarkan bahwa pihaknya telah mengirim surat somasi ke Rusman Ali, karena tergugat tidak pernah memenuhi kesepakatan tertulis yang dijanjikan apabila ada upaya damai.

“Selain itu, kami pun akan melakukan upaya hukum lainnya, supaya para pihak saling menghormati dan berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan musyawarah atau mufakat,” ungkapnya. (Dod)