Miliki Empat Mesin X-Ray, Bea Cukai Entikong Perketat Pengawasan Orang dan Barang

oleh
Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Entikong, Tedy Kusuma Wijaya

SANGGAU – Untuk menjaga kedaulatan NKRI dari masuknya barang terlarang dan tanpa dokumen yang sah, Pemerintah Pusat telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menambah peralatan pendeteksi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang menjadi pintu masuk dan keluarnya barang dan orang. Keseriusan pemerintah tersebut dibuktikan dengan ditambahnya X-Ray di PLBN Entikong.

“Kita sudah ada empat X-Ray di Border, X-Ray di Kedatangan ada satu yang berada di dalam PLBN, di dalam PLBN nya lagi ada satu, di Boot luar ada satu dan X-Ray keberangkatan ada satu, jadi ada empat. Sudah lebih dari cukup sementara ini,” kata Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Entikong, Tedy Kusuma Wijaya.

Tidak hanya itu, sekitar akhir tahun Pemerintah berencana akan menambah X-Ray mobile yang akan menscan semua kendaraan pengangakut yang melewati PLBN.

“Jadi sampai di ban mobilnya, di rodanya bisa ke foto,” katanya.

Ia pun memastikan, dengan peralatan yang sudah lengkap tersebut semua barang dan orang yang lewat diperiksa.

“Sekarang gini, tidak ada pengecualian saja kadang-kadang masih kedengar ada yang lolos, apalagi kalau dipilih-pilih,” ujarnya.

Ia menegaskan, PLBN Entikong adalah satu-satunya perbatasan negara yang memiliki peralatan lengkap.

“Kalau untuk border, Entikong jauh lebih banyak dibandingkan border yang lain. Dan kami saat ini juga punya ain scan ada dua. Ain scan itu alat yang diusap ditubuh. Kita juga ada siber 5000 dan kita juga punya alat untuk membaca bahan peledak, saya lupa namanya apa, tapi itulah saat ini yang ada di kita,” katanya.

Dengan dilengkapinya sarana dan prasana di border saat ini, diakui Tedy berdampak pada kasus pengungkapan. Tahun 2015, Bea Cukai berhasil mengungkap dua kasus, 2016 tujuh kasus dan hingga Sebtember 2017 ada empat kasus. Secara jumlah dengan satuan kilogram juga terjadi peningkatan. Tahun 2015 tangkapan pertama 4,5 Kg, tangkapan kedua 500 gram, 2016 totalnya atas tujuh penindakan kurang lebih 29 Kg, sementara 2017 kurang lebih 26 Kg.