Gerdayak Barut Menilai PT AGU Tak Miliki Iktikad Baik pada Warga

oleh
Tuntutan Warga Terhadap PT. AGU, Dimediasi Pemkab Barito Utara

MUARA TEWEH – Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kalimantan Tengah, Saprudin  S Tingan menilai pihak PT AGU selama beroperasi di Kecamatan Teweh Selatan  tidak ada iktikad baik dengan warga setempat.

“Selama ini perusahaan juga tidak perduli dengan warga terutama masalah bantuan. Seperti sekolah dimana saat ini pemerintah daerah belum seluruhnya membangun dan pengadaan alat kelengkapan kursi sekolah karena terbatasnya anggaran. Jadi kalau perusahaaan adalah aset daerah, apa saja yang mereka lakukan terhadap warga sekitar,” kata Saprudin kepada B-ONETV, Rabu (04/10/17).

Saprudin S. Tingan juga mempertanyakan keberadaan perusahaan tambang batu bara di wilayah perkebunan. Sedangkan itu wilayah kebun dimana peruntukannya sudah jelas.

“Saya bertanya kepada yang hadir dalam rapat apakah ada aturan di wilayah perkebunan boleh ada ijin tambang,” tegasnya saat rapat mediasi antara PT AGU dan warga yang difasilitasi Pemkab Barito Utara.

Selain itu Saprudin juga menjelaskan, kalau selama ini pembukaan areal perusahaan pada saat ini, belum ada izin pinjam kawasan hutan. Sebab salah satu syarat pembukaan lahan harus ada izin pelepasan kawasan hutan oleh Menteri kehutanan.

Sebab kata dia, selama ini mereka (PT AGU,red) melaksanakan kegiatan di areal hutan produksi. Sehingga ini memerlukan perizinan yang lengkap.

“Sementara sampai saat ini izin tersebut belum dikeluarkan,” bebernya.

Sementara itu, Armianto ketua Forum warga 7 desa mengatakan, sudah sekian kali diadakan rapat nampaknya perusahaan belum juga selesai. Hal ini menunjukan tidak ada keseriusan dalam menyerahkan lahan di wilayah desa tersebut.

“Pembentukan koperasi yang ada juga sebagai tameng perusahaan. Sementara koperasi tersebut hanya tinggal nama dan tidak berjalan sampai saat ini, empat belas tahun kami menunggu, hingga sekarang belum juga direalisasikan,” kata Armianto. (Bani)