Duh..Pedagang Beras di Pontianak Bingung Tetapkan HET

oleh
Ilustrasi

PONTIANAK – Sejak pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras pada September 2017, ternyata masih banyak pedagang beras di Kota Pontianak yang masih bingung terhadap penerapan HET beras tersebut.

Satu diantaranya pedagang beras di Pasar Flamboyan Pontianak, Widayati yang mengaku, masih kebingungan untuk mengelompokkan dan menjual harga beras yang sesuai dengan penetapan pemerintah. Begitu banyak jenis beras yang menurutnya tak dapat langsung disamaratakan sesuai dengan pengelompokan dari pemerintah.

“Harga beras biasa naik dari Rp9.500 per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram sejak seminggu lalu. Demikian pula dengan beras yang kualitasnya lebih tinggi, naik dari Rp11.500 menjadi Rp 12.000 per kilogram,” katanya kepada B-ONETV, Rabu (04/10/17).

Ia mengatakan, dalam menjual beras selama ini pedagang menentukan harga sesuai kualitas yang diukur mulai dari tingkat kepatahan beras, tingkat kekeringan beras dan lainnya.

“Beda tingkat kepatahan beras sedikit saja, harganya bisa selisih,” pungkasnya.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan HET beres sesuai zonasi di seluruh Indonesia untuk pasar tradisional hingga ritel modern. Di Kalimantan HET untuk beras medium Rp9.950 per kilogram semetara beras premium Rp13.300 per kilogram. (Andi)