9,25% Warga Balangan Kena Filariasis

oleh
Ilustrasi - Penyakit kaki gajah

PARINGIN – Dengan jumlah 9,25 persen dari 640 sample darah penduduk Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, positif penyakit kaki gajah (Filariasis) menjadikan Kabupaten Balangan menjadi salah satu wilayah endemis Filariasis.

Sehingga, guna menekan dan menangulangi kondisi ini, pemerintah setempat terus melakukan upaya pencegahan pemberantasan penyakit bengkak kaki tersebut. Salah satunya dengan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yang sudah dimulai tahun 2016 dan berlanjut di tahun 2017 ini.

“Para petugas di lapangan harus selalu siap dan sigap menjalankan program POPM ini, agar target bebas penyakit Filariasis tahun 2020 bisa kita capai,” ujar Bupati Balangan, H Ansharuddin saat menghadiri Pencanangan Eliminasi Penyakit Kaki Tingkat Kabupaten Balangan 2017, di Desa Putat Basiun Kecamatan Awayan, Rabu (04/10/17).

Pencanangkan bulan eliminasi kaki gajah ini, menurut Bupati, merupakan tahun kedua yang sudah dilaksanakan di Bumi Sanggam, dimana awal pecanangan Eliminasi Penyakit Kaki Tingkat Kabupaten Balangan dimulai tahun 2016 lalu.

“Pemberian obat secara terus menerus perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penyakit kaki gajah, juga untuk memutuskan rantai penularan penyakit tersebut, agar generasi berikutnya bebas dari cacat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, H. A. Nasai mengungkapkan, dari target 85 persen jumlah penduduk Balangan yang menjadi target, kini sudah 89 persen tercapai atau melebihi target.

“Capaian target nasional untuk POPM filariasis adalah 85 persen dari jumlah penduduk sasaran. Jadi berdasarkan hasil cakupan POPM sebanyak 89 persen ini, target POPM Balangan telah dapat memenuhi target nasional,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pemberian obat filariasis kepada masyarakat Balangan tidak akan berhenti meskipun target nasional telah terpenuhi, karena capaian tersebut hanyalah hasil capaian tahun berjalan, sedangkan untuk menghentikan siklus hidup cacing filariasis penyebab penyakit kaki gajah secara permanen, pemberian obat pencegahan secara massal (POPM Filaria) tersebut harus dilaksanakan sekali setahun minimal selama 5 tahun berturut-turut.

“Untuk itu, tahun 2018 nanti, kita kembali melaksanaan program eliminasi kaki gajah, kami sudah mulai melaksanakan berbagai persiapan untuk pelaksanaan program nasional ini,” pungkasnya. (Sugianoor)