Warga 12 Desa “Serbu” Polres Kapuas

oleh
Sejumlah warga menunggu hasil mediasi dengan pihak perusahan di Mapolres Kapuas

KUALA KAPUAS – Sedikitnya 60 warga yang tergabung dalam 12 Desa menyerbu Mapolres Kapuas, Kalimantan Tengah. Kedatangan puluhan warga untuk melakukan mediasi sengketa lahan antara PT Global Agro Lestari (GAL) dengan warga setempat.

Hal ini dikarenakan, selama ini warga selalu kecewa lantaran pihak perusahaan dinilai selalu berbohong dan tidak pernah transparan dalam mengelola hasil plasmanya.

Mediasi dilakukan di aula Polres Kapuas, namun mediasi ini tidak membuahkan hasil karena masing-masing pihak bersikeras dengan pendapatnya masing-masing.

“Kami sudah capek dan lelah, karena pihak perusahaan tidak pernah transparan dengan hasil plasma yang dipanennya,” ujar Supratman, Selasa (03/10/17) di Mapolres Kapuas.

Dikatakannya, hampir 4 tahun pihak perusahaan memanen hasil plasma milik masyarakat, namun masyarakat justru tidak mendapatkan apa-apa.

“Siapa yang tidak marah bila lahan digarap, namun pemilik lahan justru tidak mendapatkan apa-apa,” tegasnya.

Disamping itu, pihak perusahaan juga melakukan penyerobotan lahan milik warga, dimana perusahaan dengan seenaknya menggarap lahan milik warga tanpa permisi terlebih dulu kepada pemiliknya.

“Kami hanya ingin keadilan dan pembagian hasil yang  seimbang, sehinnga kami juga bisa hidup sejahtera dari hasil plasma milik kami,” tegas Supratman. (Nad)