Imigrasi Pontianak Dalami Kasus TKA Tiongkok Pekerja PT CONCH

oleh
TKA Ilegal saat diamankan polisi
PONTIANAK –  Sebanyak 41 Warga Negara Asing asal Tiongkok yang ditemukan sedang bekerja di PT CONCH Desa Wajok, Selasa (03/10/17) masih didalami keterangannya oleh Divisi keimigrasian Kantor Imigrasi Pontianak.
Menurut Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Imigrasi Pontianak, Achmad, ditemukan bekerja di PT Conch Desa Wajok oleh anggota Dit Pol Air Polda Kalbar Senin kemarin.
Menurutnya, hasil penyidikan sementara, ke 41 WNA tersebut hanya memiliki izin tinggal. Sementara izin sebagai tenaga kerja asing belum dapat dibuktikan oleh WNA tersebut.
“Izin tinggal WNA ini ada dan masih berlaku. Sebagian besar dari mereka masuk ke kalbar menggunakan izin kunjungan. Namun, saat ditemukan  mereka melakukan kegiatan bekerja. Sehingga kami membutuhkan bukti lain soal ada tidaknya izin kerjanya. Ini yang kita dalami,” kata Rachmad, Selasa (03/10/17).
Dia mengungkapkan, hasil introgasi oleh pihaknya diperoleh informasi bahwa, puluhan WNA asal Tiongkok itu sudah satu bulan berada di PT Conch. Keberadaan WNA di perusahaan tersebut diduga kuat sebagai pekerja.
Namun sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti, WNA tersebut bekerja sebagai apa di perusahaan itu.
“Ini yang masih kita dalami. Sementara keterangan yang di peroleh dari sponsor, keberadaan yang bersangkutan antara satu bulan berada disini. Sebagaian besar mereka (WNA) masuk ke Kalbar lewat Jakarta,” ungkapnya.
Rachmad menegaskan, jika ke 41 orang WNA tersebut terbukti melakukan kegiatan yang tak sesuai dengan izin tinggal berdasarkan dokumen keimigrasian saat masuk ke Kalbar, maka akan dikenakan undang-undang keimigrasin nomor 6 tahun 2011 pasal 122.
“Kalau memang terbukti akan dikenakan pasal ini,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, ke 41 WNA asal Tiongkok ini sebelumnya diamankan oleh anggota Direktorat Pol Air Polda Kalbar Direktorat Polda Kalbar di Desa Wajok km 14, kabupaten Mempawah, tepatnya di lokasi PT Conch (Perusahaan Semen).
Setelah diperiksa oleh anggota Pol Air  ternyata hanya lima orang diantara mereka yang memiliki dokomumen keimigrasian. Sementara selebihnya tidak ada.
Atas hal itu, puluhan WNA tersebut pun langsung diamankan ke Mapolda Kalbar, pada Senin malam kemarin, dan selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi Pontianak untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. (Andi)