Sutarmidji: “KPAID Jangan Asal Ngomong”

oleh
Wali Kota Pontianak Sutarmidji

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, jangan ‘asal ngomong’ saja.

Pernyataan keras Sutarmidji ini buntut ucapan wakil ketua KPAID Kalbar yang menuding jika anak remaja yang menggunakan baju berkonten pornografi (Ikeh,red) merupakan warga kota Pontianak. Menurut orang nomor satu di kota Pontianak itu, pihaknya sudah melakukan investigasi dan dipastikan tidak ada anak remaja asal kota Pontianak.

“Sampai hari ini dari 9 anak itu tidak ada anak Pontianak. Saya minta mereka mengklarifikasi pernyataan mereka. Lain kali dia harus investigasi dahulu. Benar gak itu,” ucap Sutarmidji, kepada awak media, Senin (02/10/17) pagi.

Sutarmidji menilai KPAID seharusnya mencari solusi terhadap suatu permasalahan, bukan hanya menuding tanpa membabi buta seperti itu.

“Nada-nadanya itu kayaknya dak senang kalau Pontianak jadi kota layak anak. Saya minta die mundor jak kalau emang dak mampu, jangan sembarang ngomong, ini masalah citra kota,” tegas Sutarmidji.

Menurut Sutarmidji permasalahan itu harus segera selesai. Jika ada unsur pornografinya maka pihak percetakan yang membuat baju tersebut diberi sanksi tegas.

“Tempat nyablon harus dikenakan sanksi. Anak ini pasti ngerti dan dikasi pemahaman,” kata Sutarmidji menambahkan. (Dede)