Ini Tradisi Asyura di Kota Baru

oleh
Mama Ifra tengah membuat bubur Asyura dikediamannya untuk dibagikan ke anak-anak SDN Semayap 2 dan kalangan guru

KOTABARU – Peringatan Asyura merupakan prosesi yang dilaksanakan pada hari ke 10 bulan Muharram tanggalan Hijriah. Hal ini sangat erat kaitannya dengan tradisi membuat bubur Asyura. Seperti yang dilakoni di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dimana bubur tersebut dibagikan kepada masyarakat. Sehingga, tidak sedikit masyarakat yang melaksanakan ibadah puasa sunah serta memberikan santunan kepada kalangan anak yatim dan lain sebagainya.

Mama Ifra, sapaan akrab wanita berparas cantik  yang tinggal di kawasan Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, sejak Sabtu (30/09/17) pagi, terlihat membuat bubur Asyura untuk dibagikan kepada siswa dan para guru di SDN Semayap 2 Kotabaru serta orang tua murid.

“Sejak pagi saya bersama para ibu-ibu lainnya sudah bersiap membuat bubur untuk dibagikan. Anak saya kebetulan sekolah di SDN 2 Semayap dan kami memang sudah berencana membuatnya untuk dibagikan kepada dewan guru dan murid,” ungkapnya tersenyum saat dijumpai B-ONE TV.

Dijelaskan lebih jauh, untuk dapat membuat bubur Asyura, tentunya tidak sembarangan. Apalagi tradisi masyarakat biasanya ada 41 bahan yang dimasukkan dari berbagai rempah dan bahan lainnya.

“Intinya, kegiatan Asyura ini dalam prosesi di bulan Muharram, dimana pembuatan bubur semacam ini terus dilakukan setiap tahunnya dan sudah sejak dahulu dilakoni. Disamping itu juga ada yang melaksanakan puasa sunah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Latifah, warga lainnya saat dimintai tanggapannya menilai, prosesi pembagian bubur Asyura dan memberikan bantuan kepada kalangan anak yatim, tentu mempunyai makna tersendiri bagi yang melaksanakannya. (Yh)