Perlu Perlindungan Kawasan untuk Tingkatkan Budidaya Madu

oleh
Salahsatu sarang lebah yang berpotensi menghasilkan madu

KAPUAS HULU – Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) merupakan alternatif pengelolaan yang diharapkan mampu menjawab persoalan yang terjadi di suatu wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat yang mempunyai tutupan hutan yang masih alami.

Rizal selaku Community Organizer (CO) Sub-Sentra Asosiasi Periau Bunut Singkar mengatakan, dengan tutupan hutan yang masih alami, produksi madu dan ikan dapat terus dinikmati. Tentu untuk keberlanjutan itu hal yang dilakukan adalah memelihara hutan dan alam sekitar.

“ Untuk menjaga produktifitas madu, ikan proteksi terhadap kawasan hutan menjadi sangat penting. Sebab, apabila proteksi terhdap kawasan hutan tidak dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan produktivitas madu dan ikan menurun,” kata Rizal Jumat (29/9/17).

Melindungi kawasan hutan lanjut Rizal adalah hal yang utama untuk keberlanjutan hidup kedepannya. Penanaman pohon, selain untuk penghijauan yang lebih penting adalah menambah keanekaragaman pakan lebah.
“Dengan beragamnya pakan lebah, diharapkan menambah jumlah madu yang dihasilkan,” kata Rizal.

Untuk meningkatkan pakan lebah serta menghijaukan hutan, proyek Kemakmuran Hijau Millenium Challenge Account – Indonesia (MCA – Indonesia) Konsorsium Dian Tama akan menanam tanaman untuk pengkayaan pakan lebah. Secara keseluruhan 36.000 bibit sudah tersedia dan siap tanam di sub sentra Asosiasi Periau Bunut Singkar . (Paul ).