Progress Jembatan Pulau Laut Masih Menunggu

oleh
Pembangunan jembatan Pulau Laut yang merupakan terpanjang di Indonesia

KOTABARU – Pembangunan proyek mega besar jembatan Pulau Laut yang menghubungkan dua kabupaten yakni, Kotabaru dan Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan dengan panjang sekitar 6 kilometer, akan menghabiskan anggaran lebih kurang Rp3,6 trilIun. Namun hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi, terkait pembangunan tersebut.

Berdasarkan keterangan yang didapat dari bagian Supervisor PT Istaka Karya, selaku perusahaan yang mengerjakan tahap awal pembangunan jembatan, Amin Nur Hidayat menyatakan, saat ini pihaknya sudah tidak lagi mengerjakan pembangunan itu, lantaran tendernya dimenangkan PT Budi Bakti.

“Kalau tidak salah dengar, pemenang tendernya PT Budi Bakti untuk pengerjaan lanjutan jembatannya,” ujar pria yang akrab disapa Apin kepada B-ONETV, Kamis (28/09/17).

Lantaran sudah tidak ada pekerjaan lagi, pihaknya masih menjaga barang-barang yang masih ada di area jembatan.

“Sekarang saya lihat belum ada pengerjaan apa-apa dari pihak kontraktornya, karena masih ada barang-barang kami yang masih tertinggal disini, sehingga kami masih menjaganya,” tambah Apin.

Dikonfirmasi, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kabupaten Kotabaru, Suprapti Tri Astuti mengatakan, dirinya bersama rombongan masih berada di jalan menuju Kecamatan Hampang, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan lebih.

“Kebetulan saya lagi di jalan menuju Hampang, bisa juga langsung bertanya ke Kepala Bidang,” ungkapnya via telepon selular.

Dilain pihak, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kotabaru, H Zainal Arifin menerangkan, sementara masih menunggu hasil rekomandasi atas desain dari komisi jembatan panjang nasional dan hingga sekarang belum keluar.

Yang jelas, karena masih menunggu proses tersebut untuk pembangunan jembatan di area daratnya, maka dihentikan sementara, akan tetapi prosesnya tetap akan berjalan.

“Karena jembatan Pulau Laut merupakan yang terpanjang di Indonesia, dengan memakai anggaran yang tidak sedikit, tentunya lebih berhati-hati. Oleh karenanya, kami masih menunggu rekomendasi apakah sudah pas atau justru ada penyempurnaan dan review nya dilakukan pihak konsultan dari Cina,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan, di tahun 2016 Pemerintah Provinsi Kalsel sudah mengerjakan oprit jembatan dengan panjang sekitar 75 meter dan lebar 24 meter yang memakan anggaran Rp50 miliar. Unutk pengerjaan tahap awal dilaksanakan PT Istaka Karya. (Yh)