Kunjungan Presiden ke Kalbar, Ini Kata Pangdam XII/TPR

oleh
Pangdam XII/TPR saat berbincang dengan Bupati Sanggau dan jajaran

SANGGAU – Kunjungan Presiden RI ke Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, akan dijadwalkan 21 Oktober 2017. Namun begitu, panitia Hari Pangan Sedunia (HPS) yang mengurusi kedatangan RI 1, diminta tidak terlalu percaya diri dengan jadwal yang ada.

Demikian penegasan Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjend Andika Perkasa ketika meninjau persiapan peringatan HPS ke-37 di Desa Tunggal Bhakti, bersama Bupati Sanggau, Poulus Hadi, dan Kadishangpang Hortikan, John Hendri, Kamis (28/09/17) sore di Kantor Desa Tunggal Bhakti.

Pasalnya, lanjut Pangdam, jadwal kedatangan Presiden Jokowi di acara tersebut sewaktu-waktu bisa saja berubah.

“Kita punya tanggungjawab pengamanan, tapi kita kan punya keterkaitan dengan instansi yang punya kepentingan juga, Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian. Tapi kita yang sudah cukup kenal presiden, biasanya menambah titik kegiatan dari yang memang sudah diusulkan. Ini kan sudah diusulkan dari kementerian pertanian mungkin juga dari bupati, tetapi selain itu ada titik kegiatan lain. Nah itu yang kita berusaha antisipasi,” kata Pangdam

Mantan Komandan Paspampres itu mengaku hafal betul.

“Jadi kita mengantisipasi agar kita siap. Bahwasanya yang kita siapkan itu tidak jadi, tidak apa-apa. Tapi kalau tidak kita siapkan, tahu-tahu beliau meminta kegiatan tambahan, waduh jadi tidak bagus,” tuturnya.

Soal usulan pembagian sertifikat tanah sebagai acara tambahan, dikatakannya hal itu masih sebatas usulan, sebagai langkah antisipasi.

“Tapi kalau pemberian sertifikat itu sepertinya bisa sangat mungkin (dilakukan),” ujarnya.

Jendral bintang dua itu juga menegaskan, kegiatan presiden di Kalbar cukup padat. Bukan hanya peringatan Hari Pangan Sedunia.

“Tapi kemudian ada juga usulan dari Kementerian PU untuk melihat perkembangan progres jalan pararel perbatasan. Itu beliau pasti ke situ. Apakah di sekitar sini (Sanggau), Temajo, Aruk, nah itu yang akan kami telusuri untuk mengantisipasi titiknya dimana. Itu usulan dari Kementerian PU,” terangnya.

Ada pula usulan dari Kementerian PU untuk ground breaking pelabuhan.

“Terus usulan juga dari Pelindo yang sangat memungkinkan untuk Jembatan Kapuas III di Wajok. Kemudian usulan kementerian pertanian dengan acara panen dan ekspornya. Peresmian bandara Supadio juga dari BUMN,” ujarnya.

Khusus untuk peringatan HPS terutama rencana ekspor, Pangdam yakin semua dapat dipersiapkan dengan baik. Hanya saja yang masih menjadi kendala adalah bussines to bussines.

“Kalau goverment to goverment, sudah tidak masalah,” pungkasnya. (indra)