Ini Jawaban Curhatan Anak Korban Mutilasi dari Polres Ketapang

oleh
Kasat Reskrim, AKP Rully Robinson Polli,

KETAPANG – Terhadap korban mutilasi yang menimpa warga Desa Pesaguan Kiri, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Suharso dan Armaniah pada 25 Agustus 2010 lalu, Polres Ketapang terus berupaya melakukan pengusutan guna mengetahui pelaku pembunuh tersebut.

Hal ini ditegaskan Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim, AKP Rully Robinson Polli, kepada awak media diruang kerjanya, Kamis (28/09/17).

AKP Rully Robinson Polli mengatakan, pada saat kejadian tahun 2010, Kasat yang menangani kasus ini bukan dirinya. Kemudian, terhadap dihentikannya proses penyikdikannya dikarenakan tidak ada satu orang saksipun pun dari 18 saksi yang diperiksa mengarah ke tersangka.

“Menurut kasat yang menangani, 18 saksi yang diperiksa dari 43 orang adalah yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Bahkan dari 18 saksi tersebut pun saat ditanya juga tidak berani mengarah ke tersangka,” kata Rully.

Lebih lanjut, tidak dimintanya keterangan selain 18 saksi, dikatakannya karena saat ditanya hanya mendengar kata orang dan lain sebagainya.

Sementara itu, mengenai proses secara detail terkait kejadian pembunuhan, dirinya tidak tahu permasalahan sebenarnya. Lantaran penyidik yang menangani juga sudah tidak ada serta sudah ada yang pindah.

“Penyidik yang menangani sudah tidak ada. Jadi disini hanya penyidik pembantu dan tidak begitu tahu ceritanya,’ ucapnya.

Namun demikian, untuk kelanjutan kasus tersebut, saat ini dirinya sedang meminta berkas kasusnya ke Polsek MHS. Sebab penangananya berada disana.

Ia menambahkan, ditanganinya para saksi di Polres, pasalnya saat saksi yang dibawa pihak Polsek MHS ke Polsek, masyarakat disana beranggapan adalah tersangka, padahal itu adalah saksi. Sehingga untuk pemeriksaan saksi dilimpahkan ke Polres.

“Akan tetapi kasus itu belum dilimpahkan ke Polres. Waktu itu berhenti karena tidak ada bukti lain yang mengarah ke tersangka,” pungkasnya. (Rossi yulizar)