Tak Perlu Repot, Dirjen Otda Malah Tawarkan Sekayam Raya Jadi Kota Perbatasan

oleh
Sekretaris Presdium Kabupaten Sekayam Raya.

SANGGAU – Perjuangan mewujudkan pemekaran Kabupaten Sekayam Raya mulai menemui titik terang. Guna percepatan pembentukan, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri memberikan malah menawarkan alternatif lain kepada presidium pemekaran dengan tawaran yang lebih menarik.

“Kalau kita masih mengacu pada moratorium dan Amanat Presiden (Ampres) yang akan memekarkan 65 DOB untuk tahap pertama, kemungkinan besar prosesnya memakan waktu yang tidak bisa ditentukan. Tapi alternatif disampaikan oleh Dirjen Otonomi Daerah, kita diberikan satu pilihan yaitu pembentukan kota,” kata Hendrikus Bambang, Sekretaris Presidium Pemekaran Kabupaten Sekayam Raya, kepada wartawan belum lama ini.

Pembentukan kota perbatasan, kata Bambang, tidak mengacu kepada Ampres, tapi mengacu kepada kebutuhan daerah. Jadi bisa saja satu kota, misalnya Kota Sekayam Raya, tidak harus bersamaan dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang lain.

“Kita kemungkinan menggunakan (nama) Kota Perbatasan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, wilayah kota itu nanti terpelepas dari Kabupaten Sanggau. Wilayahnya tetap di lima kecamatan yaitu: Sekayam, Beduai, Kembayan, Noyan dan Entikong.

“Pimpinannya tetap Walikota,” tambahnya.

Terkait infrastruktur, lanjut Bambang, akan disamakan dengan kota-kota lain. Levelnya, seperti kota Pontianak, Singkawang. Ia yakin dengan percepatan dua tahun terakhir ini yang terus dilakukan pemerintah pusat membangun infrastruktur di perbatasan, hal itu menunjukam indikator untuk merealisasikan Kota Perbatasan.

“Di perbatasan itu kan skalanya bukan level kecamatan lagi, baik infrastruktur maupun stakeholder yang ada levelnya bukan kabupaten atau kota. Soal jumlah penduduk, fasilitas pendukung, luas wilayah, segi ekonomi, perbankan, kantor-kantor pajak, secara administrasi sudah terpenuhi,” pungkas legislator Partai Golkar ini.