Penting! Penegakkan Hukum dan SDM Kunci Utama Reformasi

oleh
Kapolda Kalbar bersama Bupati Landak

LANDAK – Pagi itu  di sebuah halaman kantor. Cuaca di sekitar begitu cerah. Sesosok lelaki datang. Badannya tegap. Gagah. Dia adalah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Drs Erwin Triwanto SH.

Rabu, 27 September 2017, orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Landak.

Kegiatan kali ini, diawali bertatap muka dengan Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa dan Forkopimda di ruang rapat Kantor Bupati Landak.  Poin penting yang dibahas adalah soal kamtibmas, sektor pelayanan publik, pelayanan kesehatan, pendidikan, olahraga, sektor lahan pertanian atau ladang dan perkebunan.

Setelah bersilahturahmi dengan Forkopimda, dilanjutkan acara di Aula Mapolres, Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio. Sang kapolres memaparkan terkait situasi kamtibmas, pelayanan kepolisian dan penegakkan hukum di wilayah Landak.

Tak lama kemudian, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Drs Erwin Triwanto SH memberikan arahan kepada anggota Polres dan 10 Polsek jajaran Polres Landak. Poin utama yang menjadi perhatian terkait reformasi pengelolaan sumber daya manusia dan penegakkan hukum.

Pengelolaan SDM adalah kunci utama reformasi  Polri, Irjen Pol Drs Erwin Triwanto SH menekankan Biro SDM sebagai fungsi yang mengawaki dituntut untuk jujur, serius mereformasi tubuh Polri, dengan mengedepankan Profesionalisme dan integritas personel menjadi tolak ukur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Begitu juga tidak ada nepotisme terkait rekrutmen anggota Polri. Siapapun yang ingin menjadi anggota Polri, harus mampu bersaing secara terbuka dan sehat, kita mencari agen-agen terbaik yang nantinya dapat melayani masyarakat dengan baik, memiliki integritas sebagai bhayangkara.

“Kepada masyarakat juga, Kapolda mengajak agar putra putrinya sebagai calon-calon polisi masa depan, besarkan putra putrinya dalam lingkungan yang baik, dibekali pendidikan yang baik juga, terlebih agama yang baik, beradat istiadat yang santun dan patuh terhadap norma-norma hukum,” pintanya.

“Karena hasil rekrutmen seleksi awal itu sangat menentukan  kinerja. Kalau kita memilih orang-orang yang tepat, orang yang baik dan jujur, maka organisasi dan masyarakat akan diuntungkan,” tambahnya.

Begitu juga terkait pelayanan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dia memerintahkan jajarannya untuk memberikan pelayanan terbaik di SPKT selaku petugas penerima laporan pengaduan masyarakat.

Selain itu, Lantas dalam mengelola lalulintas, pelayanan SIM dan Samsat, apalagi Reskrim dalam mengelola managemen penyelidikan dan penyidikan, totalitas dan loyalitas kinerjanya sangat menentukan kepuasan pencari keadilan.

“Kearipan lokal perlu diperhatikan juga, jika penyidikan terpaksa dihentikan karena kepentingan Kamtibmas yang lebih luas, penerapan alternative dispute resolution harus didasari hati nurani bersih, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (Andi/Humas Polda)