KH. Yazid Bustomi: Islam Radikal Merusak Citra Islam

oleh
KH. Yazid Bustomi Saat Menyampaikan Tausiyah Tablik Akrab Tahun Baru Islam 1439 H.

SANGGAU – KH. Achmad Yazid Bustomi, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falah AL-Hasani Selotambak Kraton, Pasuruan, Jawa Timur menegaskan, Islam mengajarkan sopan santun, etika, saling hormat menghormati dan kasih sayang sesama umat seperti yang dicontohkan baginda nabi besar Muhammad SAW.

Ulah sekelompok orang yang mengatasnama agama Islam dengan melakukan teror bom, bukanlah ajaran Islam dan dipastikan tidak akan mencium baunya surga.

“Justru, ulah orang-orang seperti itu akan mencoreng citra Islam yang rahmatalli’alamin,” ungkap Bustomi saat memberikan tausiyah tablik akbar dihadapan ribuan umat muslim yang menghadiri peringatan tahun baru Islam 1439 H di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Ilir Kota, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (25/09/17) malam.

Untuk itu, Kyai yang baru saja menunaikan ibadah hajinya itu meminta umat muslim khususnya di Kabupaten Sanggau,  cerdas dan tidak mudah terprovokasi dengan ajakan-ajakan diluar syariat Islam. Caranya dengan terus mempelajari ajaran Islam dan meneladani prilaku nabi Muhammad SAW. Ia juga mendoakan agar bangsa ini tetap utuh, aman tentram dan tidak ada gerakan yang bisa merusak NKRI.

“Ingat, Rasulullah itu berperang karena ada perintah Allah SWT, kalau tidak ada perintah jangan perang. Ini sedikit-sedikit Allahu akbar, Allahu Akbar, siapa yang mau diberantas, wong itu saudaranya sendiri, se negara, se bangsa, se tanah air, kita duduk di negeri indonesia ini karena jasa nenek moyang kita, kita jangan merasa paling berjasa,” jelasnya.

Apalagi dengan menebar teror, itu tidak boleh dan tidak ada dalam ajaran Islam seperti itu.

“Ini kok aneh, panci untuk masak, malah dibikin bom,” ujarnya.

Jangan ada yang bilang Nabi Muhammad SAW itu orang keras, sangat keliru.

“Kanjeng nabi pernah membantu orang yang paling sering menghinanya, bahkan hendak membunuhnya, dia ini berbeda agama lagi, tapi tetap dibantu, jadi jangan ragukan toleransi yang ditunjukan kanjeng nabi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sanggau yang diwakili asisten II Setda Sanggau, H. Roni Fauzan dalam sambutannya, meminta kedatangan KH. Bustomi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama ilmunya dalam menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Kegiatan yang di gagas oleh remaja masjid Nurul Iman ini juga mendukung program Pemkab Sanggau mewujudkan Sanggau berbudaya dan beriman.

“Bupati bukan milik satu umat tapi seluruh umat di Sanggau,” katanya tegas.

Panitia acara tablik akbar, Syahrul dalan sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia yang telah mensukseskan acara ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada masyarakat dan para tokoh yang sudah menghadiri acara tablik akbar 1439 hijriah.

“Saya berharap tahun baru Islam ini akan membawa keberkahan bagi umat di Kabupaten Sanggau,” tuturnya.

Pada acara tersebut juga diserahkan santunan kepada 15 anak yatim piatu. Dan hadir dalam tablik akbar yang bertemakan “menumbuhkan ukuwah islamiyah untuk membentuk pribadi islam berbudi luhur dan berjiwa sosial sesuai dengan kaidah-kaidah islam” itu, diantaranya, Bupati Sanggau yang diwakili Asisten II Setda Sanggau, H. Roni Fauzan, SE, M.Si, Ketua Masjid Nurul Iman, Khotib Al-Fathah, Satkorwil Banser Kalbar Ustadz Tohidin, Ketua GP Ansor Sanggau, Hamka Surkati, Sekretatis PHBI H. Jufrie, para pengurus Masjid/Surau se Kota Sanggau, perwakilan istansi vertikal, Sekretaris NU Drs. M. Yusuf, pengurus Muhammadiyah, paguyuban se Kabupaten Sanggau, Kapolsek Kapuas IPTU. Sri Mulyono dan Lurah Ilir Kota serta Lurah Tanjung Kapuas. Acara tersebut dikawal 50 anggota Banser. (Indra)