Ini Cara Pemkab Barut Dongkrak Sektor Pariwisata

oleh
Simamoraturahman, kepala bidang tata kota Barut.

MUARA TEWEH – Sedikitnya ada 55 bangunan rumah lanting di pinggiran sungai barito, yang akan dijadikan obyek wisata khususnya bagi masyarakat Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng.

Dari keseluruhan rumah itu dicat warna warni agar sedang dipandang mata. Dari keseluruhan rumah lanting itu persis berada dibawah bangunan waterfront city jalan Panglima Batur. Dimana sekarang bangunan tersebut menjadi aicon kota Muara Teweh.

Kepala Bidang Tata Kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barut, Simamoratruhman, SE,MS b-onetv Selasa (26/09/17) mengatakan, sedikitnya lima puluh lima (55) pemukiman warga masuk dalam daftar program Lanting Pelangi.

Menurutnya, seluruh lanting kini dalam tahap pengecetan, baik atap hingga dinding. Sedangkan bagi yang mengalami kerusakan sebelumnya dilakukan perbaikan.

“Program lanting pelangi nantinya setiap pemukiman warga diperairan sungai barito khususnya disepanjang bangunan kawasan wisata, seluruhnya dicat warna warni. Dengan konsep ini diharapkan dapat menarik wisata khususnya di perairan,” katanya.

Menurutnya, saat ini pemerintah daerah terus melakukan penataan kawasan di perkotaan. Baik perairan juga di jalan protokol, serta taman kota Muara Teweh. Hal ini, juga selain menambah indahnya pemandangan juga sebagai obyek penilaian.

Karena untuk menghadapai penilaian adipura, seluruh obyek penilayan harus dibenahi, kendati itu sudah baik dan harus dilakukan penyempurnaan.

“Dalam menghadapi penilaian adipura seluruh sektor yang dijadikan obyek, semua dilakukan pembenahan,” tandasnya.