Waduh, PLN Sebut Pencurian Listrik di Rasau Jaya Masih Marak

oleh
Ilustrasi

KUBU RAYA -Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sub Rayon Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat mengeluhkan masih banyak ditemukannya pencurian listrik yang dilakukan oleh warga sekitar.

Pencurian listrik yang dilakukan oleh oknum warga ini, mulai dari mencantol aliran listrik dari rumah ke rumah hingga menyambung langsung ke tiang listrik. Kendati selalu dilakukan pengawasan oleh pihak PLN namun pencurian terhadap aliran listrik masih saja tetap ada.

Dan untuk menimalisasi angka pencurian aliran listrik di daerah Rasau jaya, PLN Sub Rayon Rasau Jaya selalu melakukan pemeriksaan door to door bahkan pada tindak penertiban terhadap warga yang kedapatan mencuri listrik.

Manajer PLN Sub Rayon Rasau Jaya, Dwija Ardia Pradipta mengatakan bahwa pencurian aliran listrik di daerah Rasau jaya ini cukup banyak karena banyak ditemukan pemakaian listrik yang tidak sesuai dan terukur dengan KWH yang ada. Sehingga hal ini menyebabkan PLN kelebihan berat terhadap daya yang ada.

“Kita sudah sering melakukan pengawasan dari rumah kerumah namun, bahkan kalau ada warga yang kedapatan mencuri aliran listrik tanpa sepengetahuan kita, maka akan kita langsung lakukan pemutusan jaringan,” jelas Dwija di Sungai Raya, Senin (25/09/17).

Selain itu menurut Dwija Ardia Pradipta bahwa pencurian terhadap aliran listrik ini juga berakibat fatal terjadinya potensi kebakaran akibat konsleting listrik akibat pemakaian dan penyambungan aliran yang dilakukan tidak sesuai prosedur yang ada.

“Pencurian aliran listrik sangatlah berbahaya, karena akan berakibat pada korsleting listrik, jika penyambungan yang dilakukan itu melebihi dari aturan pemakaian yang telah ditentukan,” ungkap Dwija.

Untuk itu Dwija Ardia Pradipta akan bertindak tegas terhadap warga yang masih membandel terhadap pencurian aliran listrik, selain itu, Dwija Ardia Pradipta juga menghimbau agar pencurian listrik dengan cara mencantol atau sebagainya agar tidak dilakukan lagi oleh warga sekitar karena hal itu sangat membahayakan bahkan sangat merugikan pihak PLN sendiri. (fsl)