Uang Ganti Rugi Tak Dilunasi Pemkab Barut, Warga Portal Proyek Bendungan

oleh
Salahsatu pemilik lahan saat memperlihatkan tuntutan warga

BARITO UTARA  –  Terkait permasalah ganti rugi lahan masyarakat desa Jamut, Kecamatan Teweh Timur, kabupaten Barito Utara  yang  belum selesai semenjak tahun 2013 sampai sekarang akhir nya berujung pemortalan.

Pemilik lahan secara terang terangan melakukan pemortalan aktivitas proyek agar pemerintah secepatnya  mengganti rugi lahan miliknya.

Aksi pemortalan tersebut dilakukan di dua tempat, satu di tempat aktivitas pekerjaan dan satunya di kamp pekerja proyek yang menyelesaikan pekerjaan bendungan dan irigasi tersebut.

Warga memortal dua tempat tersebut mengunakan tali yang bertulisan  “Kami meminta ganti rugi lahan kami supaya secepatnya dibayar”. Pemilik lahan pun  menanam pohon pisang dan pohon pinang di tengah jalan aktivitas proyek bendungan itu agar supaya diberhentikan dulu kegiatan proyek sampai permasalahan tuntas.

Menurut salah seorang pemilik lahan Sunarmin mengatakan, pihaknya meminta agar supaya secepat mungkin ganti rugi lahan warga segera dilunasi jangan hanya menjanjikan saja, namun tidak pernah dipenuhi oleh pemerintah setempat.

“Hak kami dikasi dan diganti ini lahan kami seperti karet, tumbuhan lain sudah pada mati namun ganti rugi nya belum juga jelas sampai saat ini seolah olah kami ini seperti anak kecil yang hanya dijanji -janjikan saja kami  hanya meminta hak kami hanya menuntut hak,” kesal Sunarmin kepada B-ONETV, Senin (25/9/17).

Lebih jauh lagi Sunarmin mengatakan seandainya tuntutan ganti rugi tidak di dengarkan, pihaknya akan melarang aktvitas proyek berjalan di wilayah mereka. (Benros)