Titik Api di Kabupaten Banjar Meningkat

oleh
H.Noor Sunarto Kepala BPBD Banjar saat memantau titik api melalui satelit Aquatera di Gedung Pusdalops BPBD Kab.Banjar

BANJAR – Titik Api atau Hot Spot di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan meningkat tajam dari tahun 2016 lalu.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Banjar sedikitnya 208,5 hektar lahan terbakar sejak awal Agustus hingga akhir September dengan jumlah titik api lebih dari 100 titik api dari pantauan satelit Aquatera.

Kepala BPBD Kabupaten Banjar H.Noor Sunarto kepada B-ONETV Senin (25/09/17), mengungkapkan saat ini lahan yang terbakar paling luas di Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan perkiraan sekitar 121 hektar dan yang paling sering terjadi titik api di Kecamatan Martapura dan Kecamatan Sungai Tabuk yang nyaris setiap hari terjadi kebakaran lahan, ungkapnya.

“Saat ini kita sudah menetapkan status siaga satu penanganan dan penanggulangan serta pencegahan terjadinya kebakaran lahan, namun saat ini kita hanya menyiapkan posko induk untuk siaga kebakaran lahan lantaran kurangnya anggaran untuk operasional penanganan Karhutla di tahun ini,” bebernya.

Lanjut dia, beruntung saat ini areal lahan gambut di beberapa kecamatan yang kita miliki masih dalam kondisi basah jadi tidak ada kebakaran yang terjadi dilahan tersebut kalau tidak sudah pasti kita akan sangat kewalahan.

Sunarto memperkirakan apabila musin kemarau masih berlanjut pada bulan Oktober nanti dipastikan titik api akan kembali meningkat.(pri)