Pesta Adat “Selamatan Leut” yang Butuh Sentuhan Pemerintah

oleh
Grup musik Allahay dari Rampa hibur warga nelayan pada pembukaan pesta adat Selamatan Leut

KOTABARU – “Tolong perhatikan juga kami ketika akan mengadakan pesta adat dan ini juga erat kaitannya dengan pelestarian budaya daerah, masa tidak ada bantuan yang disalurkan untuk perayaan yang sudah berlangsung sejak lama”.

Hal tersebut diungkapkan oleh Samsir Alam selaku Kepala Desa Rampa Lama Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Sungguh disayangkan, salah satu komunitas nelayan pesisir yang berada Rampa Lama Kecamatan Pulau Laut Utara, Kalimantan Selatan yang terletak tepat berada di pusat ibukota Kabupaten dinilai kurang mendapatkan perhatian utamanya tambahan pendanaan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat disaat akan mengadakan prosesi adat yang disebut “Selamatan Leut”. Padahal, beberapa bulan sebelumnya ada pesta adat yang kurang lebih sama mendapatkan bantuan oleh pemerintah dan hal itu tentunya membuat kecemburuan karena kurang mendapatkan perhatian.

Sekadar diketahui bersama, acara adat warga nelayan tahun 2017 merupakan perayaan yang ke-37 dan dimulai sejak tanggal 24 September hingga 01 Oktober 2017 dengan rangkaian kegiatan yakni, festival musik Allahay, syair senandung dan musik dangdut, pelaksanaan sholat hajad bersama, pembacaan syair Burdah yang digelar tengah malam dengan berjalan kaki keliling kampung yang di ikuti oleh ratusan warga. Selain itu ada berbagai macam perlombaan seperti, catur, badminton, pencak silat, dayung tradisional, kapal hias, burung dara, balap perahu dan titi tali.

Ketua Panitia Pelaksana (Panlak), Abdurrahman mengatakan bahwa, berkaitan dengan anggaran untuk Selamatan Leut sangat begitu minim. Kendati demikian, dari Kepala Desa dan seluruh staf kemudian bersama-sama warga dari RT 01 – 18 ikut berperan andil untuk bisa mensukseskan acaranya.

“Walaupun dengan anggaran yang minim dan sederhana tapi dengan seluruh masyarakat dari seluruh RT serta bantuan dari desa acara bisa terlaksana, dan sebagai pembukaan malam ini akan ditampilkan musik Allahay disambung pada tengah malam nanti akan melakukan pembacaan syair Burdah dengan berjalan kaki keliling kampung yang sebelumnya selepas sholat Magrib tadi digelar sholat Hajad bersama,” katanya tadi malam (24/09/17) saat ditemui diacara pembukaan.