Ini Jawaban Disparbud Kotabaru Terkait “Selamatan Leut”

oleh
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kotabaru, Khairian Anshari

KOTABARU –  Penyelenggaraan prosesi adat dari komunitas nelayan pesisir Pulau Laut yakni “Selamatan Leut” yang sebelumnya dinilai tidak ada bantuan yang disalurkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, secara tidak langsung memunculkan kekecewaan pihak penyelenggara.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kotabaru, Khairian Anshari saat dikonfirmasi melalui pesan Whatapps menerangkan, pada prinsipnya Pemerintah Daerah pasti akan membantu serta memfasilitasi kegiatan budaya masyarakat. Namun demikian, berkenaan dengan bantuan pendanaan yang akan disalurkan, harus melalui mekanisme penganggaran APBD.

“Pemda Kotabaru pasti akan bantu, hanya saja perlu disadari pula, mekanisme mengeluarkan anggaran tentu tidak bisa hari ini diajukan, besok langsung keluar. Karena harus ada prosesnya,” tutur Khairian, Senin (25/09/17).

Ia sendiri sudah pernah bertemu dengan Kepala Desa setempat, dan saat itu karena memang tidak ada anggaran sehingga pihaknya belum bisa membantu. Akan tetapi, pihaknya sangat siap membantu untuk bisa mengemas acara pesta adat tersebut dengan maksimal, sehingga tambah meriah.

“Kami siap membantu untuk mengemasnya dan menggunakan fasilitas dan media informasi yang dimiliki daerah, agar acara yang dilaksanakan bisa lebih meriah lagi,” jelasnya.

Disamping itu, pihaknya sudah mengonsep Festival Budaya Saijaan (FBS) yang selalu rutin dilaksanakan dalam setiap tahunnya, dan di dalam kegiatan itu mengedepankan kebudayaan masyarakat Rampa yang dimunculkan.

“Kedepan, pesta adat Selamatan Leut ini akan masuk sebagai bagian dari FBS, agar semakin meriah dan tentunya juga dikenal masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Rampa Lama, Kecamatan Pulau Laut Utara, Samsir Alam menginginkan, agar pesta adat Selamatan Leut yang diselenggarakan mulai dari tanggal 24 September hingga 01 Oktober 2017 bisa mendapatkan bantuan utamanya tambahan dana. Pasalnya,  anggaran yang didapat dari sumbangan secara swadaya dari masyarakat dan bantuan pihak Pemerintah Desa jauh dari mencukupi.

“Kami menghendaki Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kotabaru lebih peduli, dan kedepan diharapkan kegiatan pelestarian budaya adat Desa Rampa Lama ini bisa masuk ke dalam agenda daerah,” harap Samsir. (Yh)