Fairid Pastikan Diusung Partai Golkar

oleh
Fairid Naparin, Ketua KNPI Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Kendati Fairid Naparin, bakal calon (bacalon) Walikota Palangka Raya yang diusung dari Partai Golkar, tak menyebutkan secara implisit, siapa nantinya figur bacalon wakil walikota yang akan mendampingi dirinya disuksesi Palangka Raya. Namun nama Mofif Saptono Subagio, yang saat ini menjabat sebagai orang nomor dua di Kota Palangka Raya, masuk dalam survei.

“Untuk menjaring beberapa nama yang nanti dijadikan bacalon wakil walikota, kami sudah melakukan survei. Saya tidak mematok harus dari kalangan mana, yang mendampingi saya. Tetapi nama yang tertinggi dari hasil survei, itu yang akan saya pilih,” kata Fairid di Palangka Raya, Senin (25/09/17).

Terpenting, bacalon yang akan mendampingi dirinya, tak hanya memiliki kredibilitas, akuntabilitas dan kapasitas yang mumpuni saja, tapi bisa mendongkrak suara, sehingga tidak memberikan beban bagi dirinya.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalteng ini, juga telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk partai lainnya, masih menunggu jadwal pelaksanaan. Begitu juga komunikasi secara intens dengan beberapa partai pendukung lain, kecuali PDI Perjuangan, selalu dilakukannya.

Apabila masih ada kader yang masih mempertanyakan mandat yang diberikan DPP Partai Golkar kepada dirinya untuk maju sebagai bacalon walikota, ia menganggap hal yang biasa terjadi dalam dunia politik. Ibarat pepatah, anjing menggonggong kafilah berlalu, dirinya tak akan menggubrisnya.

“Jika masih ada yang meragukan dukungan yang saya terima, silahkan saja tanyakan langsung ke Pak Muchtarudin, apakah bisa berubah atau tidak. Wajarlah jika ada yang merasa tidak puas,” ujarnya.

Apalagi saat pelaksanaan Rakerda Golkar Kalteng beberapa waktu lalu, DPP sudah mengumumkan 9 nama bacalon kepala daerah yang diusung. Salah satu figur adalah dirinya, yang telah ditetapkan sebagai bacalon walikota.

Ia juga pernah mendengar omongan yang tidak sedap, yang menganggap dirinya anak masih bau kencur, tetapi sudah berani memutuskan untuk maju dalam Pilkada serentak.

Tetapi menurutnya,  hal ini membuatnya lebih termotivasi dan ingin membuktikan apa yang dipergunjingkan tersebut tidaklah beralasan. Terbukti saat melakukan pendekatan kepada masyarakat, dirinya diterima di tengah-tengah warga.

“Makanya dengan saya maju, ingin mengubah kultur yang seperti itu. Saya cuek saja dengan opini itu. Biasanya pasti ada yang pro dan kontra dengan majunya saya,” pungkasnya. (TV)