Penyandang Tuli Kampanyekan Hak di HTI 2017

oleh
Orasi yang dilakukan oleh penyandang tuli dalam kegiatan hari Tuli International yang diadakan di area CFD Kota Pontianak, Minggu (24/09/17)

PONTIANAK – Hari Tuli Internasional (HTI) 2017 yang jatuh pada tanggal 18-24 September 2017 juga dilaksanakan penyandang tuli di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tepatnya di area Car Free Day, Minggu (24/09/17).

Para penyangdang tuli ini berharap, agar acaraini yang didukung Gerkatin, Dinas Pendidikan, West Borneo Deaf Community dan Komunitas Bahasa Isyarat Kalimantan Barat, dapat mengampanyekan hak mereka untuk bisa berinteraksi baik dengan mereka yang normal. Diantaranya, Hak saat lahir, Identitas tuli, Aksesibilitas, Setara/ sama bahasa, Peluang bekerja yang setara, Pendidikan dwi bahasa, Partisipasi sama, serta Belajar sepanjang hayat.

Komunitas bahas isyarat Kalimantan Barat bekerjasama dengan volunteer bicara, hadir memeriahkan HTI dengan melakukan beberapa agenda selama 2 hari diantaranya jalan santai dengan tema “Jalan santai dan kampanye kesetaraan”, menyanyikan lagu Indonesia Raya, peragaan model baju festival kreatif,  tarian dayak, serta tak lupa orasi mengenai inklusi penuh dengan bahasa isyarat kepada masyarakat umum di area CFD.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri teman-teman Tuli dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Barat seperti dari Kota Singkawang.

Dhita, selaku ketua panitia kegiatan mengungkapkan, tujuan dari kegiatan kali ini adalah ingin menunjukkan identitas Tuli sebagai anggota komunitas budaya bahasa alami dan bahasa ibu menggunakan bahasa isyarat.

“Cita-cita kita yang Tuli, tentunya tidak akan menyerah dalam memperjuangkan Hak Tuli. Kita setara, dan jangan minder,” tegasnya.

Lidya (28 tahun) salah seorang penyandang tuli berprestasi yang mewakili Indonesia sebagai Miss Deaf Internasional  2017 di Las Vegas, AmerikaSerikat berharap, masa depan dan hak Tuli Indonesia,  semoga lebih baik kedepannya.

Sementara Mulyono, anggota TNI Angkatan Laut yang ikut memeriahkan kegiatan Hari Tuli International di area CFD  mengatakan, kegiatan ini sangat bagus. Karena kegiatan ini menyosialisasikan kepada masyarakat umum yang normal.

“Kita menyadari bahwa saudara kita sebagian ada yang memiliki keterbatasan. Dengan adanya Hari Tuli Internasional ini, Pemerintah Daerah bisa memperhatikan kebutuhan mereka,” tuturnya.

Senin, 25 September 2017 besok, komunitas bahasa isyarat akan melakukan  seminar inklusi penuh bahasa isyarat di rumah dinas Wakil Walikota Pontianak, yang dihadirioleh aktivis Tuli, Surya Sahetapy dan Juru Bahasa Isyarat, masyarakat umum dan pemerintah setempat.

Seminar ini diharapkan agar masyarakat umum, tertarik untuk mempelajari bahasa isyarat, serta mendorong Pemerintah dan instansi terkait agar menerapkan kebijakan mengenai Inklusi Bahasa Isyarat untuk mencapai kesetaran diantara penyandang tuli dan masyarakat bicara di Kalimantan Barat, khusunya di Kota Pontianak. (Pers Release)