Harga BBM Mahal, Ini Kata Bupati Nadalsyah

oleh
Bupati H. Nadalsyah saat bersama ustadz H. Rusmadi Darsani Lc beberapa waktu lalu

MUARA TEWEH – Mahalnya bahan bakar minyak jenis premuim, pertamax dan solar di tingkat pengecer di pinggir jalan, bukan hal yang baru di wilayah Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun belakangan.

Para pengecer menjual satu liter premium seharga Rp12.000/ leiter, dan ini baru untuk wilayah perkotaan.  Sementara di kecamatan hingga perdesaan yang letak wilayah sangat berjauhan, tentu harganya melebihi dari harga di kota.

Apalagi, pemandangan di SPBU di Kota Muara Teweh setiap harinya, seperti  SPBU Jalan Pramuka, SPBU Jalan Negara Muara Teweh – Banjar Masin dan SPBU Jalan Muara Teweh – Puruk Cahu, sering ditemukan banyaknya antrian warga umum maupun ‘pelangsir’.

Hal ini diduga penyebab mahalnya harga premium pada tingkat eceran. Mengingat, para pelangsir berjualan di pinggir jalan setelah mengantri di SPBU. Akibatnya, masyarakat mempertanyakan kepada kepada pemerintah daerah, baik secara langsung, telepon hingga SMS, maupun lewat media sosial, terkait mahalnya harga BBM di tingkat pengecer.

Menjawab banyaknya pertanyaan tersebut, Bupati Barut, H. Nadalsyah sangat berterimaksih kepada seluruh warga atas masukannya selama ini, khususnya tentang bahan bakar.

Menurutnya, setelah lahirnya Undang Undang  nomor 23 tahun  2014, tentang Pemerintahan Daerah, ada beberapa dinas atau Perangkat Daerah yang diambil alih kewenangannya oleh Provinsi. Diantaranya Perangkat Daerah yang  membidangi masalah BBM yaitu Dinas pertambangan dan Energi, dengan kehutanan.

“Dengan  banyaknya kritikan, saran dan masukan dari Netizen, maupun masyarakat, pemerintah kabupaten membuat surat ke Gubernur, guna melaporkan tentang keluhan masyarakat,” katanya kepada wartawan, Minggu (24/09/17).

Sehingga, untuk mengantisipasi masalah BBM jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Perusahaan Daerah (Perusda)  sudah mendapat izin dari Pertamina untuk pembangunan SPBU.

Pembangunan sudah memasuki tahapan persiapan proses pelelangan terbuka. Dengan lelang ini nantinya, pemenang lelang akan mengerjakan pembangunannya sesuai dengan standar SPBU.

“Insya Allah enam bulan kedepan, Barito Utara sudah mempunyai SPBU yang bisa melayani masyarakat 24 jam setiap hari, dengan jadwal dan regulasi serta peraturan yang berlaku,”pungkas Koyem panggilan akrab Bupati Nadalsyah. (bani)