Gerdayak Minta Sidang Pembakar Sekolah di Palangka Raya

oleh
Karap Asih Binti (adik bungsu Yansen Binti)

PALANGKA RAYA – Adanya wacana sidang akan dilakukan di Jakarta, terhadap 9 tersangka pembakar Sekolah Dasar (SD) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah sepanjang Juli lalu, mendapat tanggapan dari Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Nasional, Kalteng dan pihak keluarga Yansen Binti, yang diduga merupakan dalang dari aksi ini.

Rasa keberatan tersebut diungkapkan saat menggelar konferensi pers, di Excelco cafe, Jalan RTA Milono Palangka Raya, Minggu (24/09/17) sore.

“Saya mewakili keluarga berharap agar persidangan bisa dilakukan di sini, sehingga pihak keluarga mudah melakukan komunikasi,” kata adik bungsu Yansen Binti, Harap Asih Binti.

Begitu juga dengan Sekretaris Umum Gerdayak Nasional, Kalteng, Bachtiar Effendi yang berharap, agar dapat mempertimbangkan kembali tempat persidangan dilakukan di Palangka Raya.

Sekretaris Umum Gerakan Pemuda Dayak (GerayaK) Nasional, Kalteng, Bachtiar Effendi

Apalagi jika berdasarkan asas hukum, sidang dilakukan di tempat kejadian perkara. Walaupun bisa dipindahkan ke tempat lain, namun harus melalui fatwa Mahkamah Agung (MA) dengan pertimbangan yang sangat ketat dan terukur.

“Jika hanya karena masalah situasi dan kondisi keamanan di Palangka Raya, saya  menganggap itu terlampau dibesar-besarkan. Saya selaku Sekum Gerdayak akan menjamin persidangan di Palangka Raya akan berjalan tertib dan aman. Saya yakin dan percaya, warga Dayak bisa bersikap rasional. Kita menjamin tidak akan ada gerakan massa,” tegas pengacara ini.

Untuk itu, dalam waktu dekat, Bachtiar akan melayangkan surat ke Mahkamah Agung agar mempertimbangkan permohonan fatwa yang diajukan Kejari Palangka Raya dan Pengadilan Negeri Palangka Raya.

“Saya berpesan agar masyarakat dapat menjaga ketertiban, ketentraman dan kondusivitas, jangan sampai ada provokasi. Saya juga minta jangan terburu-buru menghakimi Yansen Binti, karena belum tentu bersalah. Nanti di pengadilan yang akan menentukan,”imbuhnya. (TV)