DPRD Sekadau Pinta Pengawasan Anak Harus Ditingkatkan

oleh
Ilustrasi - Pencabulan

SEKADAU –  Satreskrim Polres Sekadau, Kalimantan Barat mengamankan Hd (26) yang tega berbuat bejat kepada Bunga (bukan nama sebenarnya), beberapa waktu lalu. Sebelum menjalankan aksi bejatnya, Hd mengajak korban jalan-jalan, hingga melakukan perbuatan tidak senonoh di area kebun sawit di Jalan Pintas SP 3, tepatnya di bekalang SMA PGRI, Desa Menua Prama, Kecamatan Belitang.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Abun Tono mengaku prihatin. Kasus itu, harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali. Apalagi, kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Sekadau.

“Pengawasan terhadap anak harus dilakukan, karena tidak ada orang tua yang ingin anaknya menjadi korban dari hal-hal tak diinginkan,” ujarnya, Minggu (24/09/17).

Politisi Fraksi Partai Hanura itu menuturkan, perbuatan tersebut sangat merugikan masyarakat bahkan masa depan anak. Ia meminta, agar pelaku pencabulan terhadap anak dihukum sesuai hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati, jangan sampai kecolongan lagi. Ini tentunya tidak terlepas dari pengawasan orang tua,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia, mencegah terjadinya kejadian serupa tentunya harus ada efek jera bagi pelaku. Apalagi, kasus tersebut yang menjadi korban masih anak-anak dan tentunya akan berdampak pada masa depannya.

“Kami meminta adanya pendampingan bagi korban yang masih anak-anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Suhardi berharap, pelaku dihukum seberat-beratnya. Hal ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan masyarakat lainnya, agar tidak melakukan perbuatan serupa.

“Kami akan berupaya memberikan pendampingan guna memulihkan psikis dan mental anak tersebut supaya bisa bersekolah,” tutur mantan Camat Sekadau Hulu itu.

Untuk itu, ia meminta peran serta semua pihak tak terkecuali orang tua, agar bersama-sama mengawasi anaknya. Selain itu, tak kalah pentingnya adalah memberikan pemahaman kepada anak.

“Jangan sampai kasus seperti ini terulang kembali,” pungkasnya. (Yahya)