Alumni STIH Tambun Bungai Bikin Petisi

oleh
STIH

PALANGKA RAYA – Apakah harus dengan petisi dari alumni Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Tambun Bungai Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kampus ini akan menjadi lebih baik, khususnya dalam fasilitas sarana dan prasarana. Padahal Perguruan Tinggi ini, telah mencetak sekitar 3000 lulusan, tetapi ternyata perkembangannya tidaklah sebaik para alumni.

Menurut alumni 2005, yang saat ini menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, Eko Riadi, salah satu penyebab tidak bisa berkembangnya almamater tempat dirinya menuntut ilmu, lantaran lokasi STIH tidak strategis, karena tidak mendapat hibah tanah dari Pemkot Palangka Raya.

“Ini karena pihak Yayasan STIH tidak pernah mengajukan bantuan tanah. Makanya, pada acara reuni akbar kami melakukan petisi untuk mendorong STIH lebih berkembang lagi,” kata Eko di Palangka Raya, Sabtu (23/09/17).

Eko mengaku miris melihat perkembangan STIH tidaklah semulus karier para alumninya, sehingga dengan adanya petisi para alumni, diharapkan kedepan STIH dapat terus membenahi kampus, dengan segala gagasan dan terobosan baru.

“Salah satu yang kami lakukan dalam petisi ini, agar STIH dapat membuka progam S2. Padahal tenaga pengajarnya banyak doktor, kenapa ini tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Bahkan Eko meminta agar Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran yang merupakan Pembina STIH Tambun Bungai Palangka Raya, dapat memberi perhatian khusus terhadap letak kampus yang sudah tidak representatif lagi.

Sementara itu Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu Aspellu, bersedia membuka diri dan memberikan kontribusi, jika STIH mau belajar strategi mengembangkan Perguruan Tinggi  agar bisa go nasional bahkan internasional. (TV)