Warga Sungai Putat Gelar Lomba Peringati Fenomena Titik Kulminasi

oleh
Lomba mendirikan telur, salah satu kontes yang digelar warga dalam momentum fenomena Kulminasi matahari

KUBU RAYA – Kota Pontianak merupakan salah satu kota di Indonesia yang dilintasi garis Khatulistiwa. Pada 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahun, di kota ini terjadi suatu fenomena alam di mana saat siang tatkala cuaca terang, bayangan suatu benda dari pantulan sinar matahari yang berada tepat di garis Khatulistiwa nyaris tak kelihatan untuk beberapa saat.

Syamhudi ketua Kreasi Sungai Putat (KSP) kepada B-ONETV mengatakan, kulminasi Fenomena alam yang terjadi di dua bulan tiap tahunnya.  Yakni pada Maret dan September dan tidak semua daerah dapat merasakan ini kecuali kawasan atau daerah yang dilintasi garis khatulistiwa               diantaranya sungai putat,” kata Syamhudi Sabtu (23/9/17).

Tak mau melewatkan momentum ini, warga sungai Putat menggerlar berbagai lomba, salah satunya adaslah mendirikan telur, metik sayur dan meniup suling Keruak.

“Lomba ini menjadi daya tarik warga. Terutama mendirikan telur dan metik sayur dan meniup suling keruang. Lomba metik sayur untuk mengangkat potensi pertanian gambut yang ada di sekitar kawasan lintasan khatulistiwa sungai putat,” terang Syamhudi.

Menurutnya feneomena kulminasi ini bagian dari potensi yang mesti dikembangkan untuk meningkatkan sebuah wilyah dan akan berdampak pada potensi lainnya. Terutama pariwisata lokal yang bila dikembangkan akan mendunia. (Paul)