Asik..! Siswa SD di Pontianak Utara dapat Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Gratis.

oleh
Siswa SD di Pontianak Utara saat menggosok gigi

PONTIANAK – Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kembali hadir khususnya di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Kali ini dipusatkan di Sekolah Dasar Negeri 24, Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak.

“Kegiatan ini juga dilakukan si 35 ibukota dan kabupaten di Indonesia. Dan agenda ini memberikan perhatian khususnya murid yang bermasalah dengan giginya, terutama gigi berlubang (kariee) dan karang gigi,” ujar drg. Mellisa, Mkes, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kota Pontianak, Sabtu (23/09/17).

Menurutnya, BKGN ini dilaksanakan sebagai gerakan pendukung untuk mewujudkan cita-cita pemerintah agar Indonesia Bebas Karies (gigi berlubang) 2030 nanti. Lewat program yang berlangsung dari 23 September hingga 14 Oktober 2017 ini di pontianak ini, dirinya mengajak orang tua untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi anak, baik selama di sekolah ataupun di rumah.

“Di sekolah anak bisa diingatkan untuk tidak memakan jajanan yang bisa merusak gigi, di rumah juga demikian diingatkan agar rajin bersikat gigi 2 kali dalam sehari, khususnya malam hari menjelang tidur,” imbaunya.

Lanjutnya, kegiatan rutinitas yang tiap tahun digelar ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran pentingnya kesehatan gigi dan mulut, khsusunya di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat pada umumnya, sebab indikator tingkat kesadaran masyarakat yang kini meningkat, dimana apabila terjadi masalah di gigi,maka lebih memiluh menambal ketimbang mncabut gigi yang sakit.

“Tentunya kegiatan ini dapat mengajak masyarakat khususnya murid dan orang tua untuk memeriksakan diri ke dokter gigi secara berkala, khususnya bagi yang terbiasa mengonsumsi camilan berupa makanan manis dan lengket yang bisa menyebabkan gigi berlubang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kota Pontianak mengapresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Dalam sambutannya, program kesehatan gigi merupakan salah satu indikator keluarga sehat khususnya di Kota Pontianak, sehingga dirinya berharap kegiatan ini menjadi tolak ukur, agar kedepan bisa mendorong bagaimana indikator tersebut menjadi indikator kategori keluarga sehat secara nasional.

“Yakni gosok gigi yang baik dan benar. Sebab berdasarkan survey kesehatan 2013, cara gosok gigi yang benar belum mencapai angka 40 persen, sehingga perlu sosialisasi cara yang benar karena masalah kesehatan di kota pontianak adalah gigi berlubang,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dirinya mengingatkan untuk mengubah imej tersebut, butuh upaya dan waktu salah satunya dengan berperilaku menyikat gigi di waktu yang tepat, kemudian makan makanan bergizi sesuai dengan standar kesehatan.

Dibagian lain, Ketua panitia kegiatan, drg. Yenni Maryani, menerangkan jika kegiatan ini berupa penyuluhan, sikat gigi bersama dan pemeriksaan serta penutupan ceruk gigi bagi siswa kelas 2 dalam mencegah gigi berlubang.

“Gratis dan sasarannya adalah siswa SD yang digelar selama 1 bulan. Dimasa itu, siswa akan di monitoring apakah selama 21 hari, siswa melaksanakan sikat gigi yang baik dan benar atau tidak, yang selanjutnya akan mendapatkan pemeriksaan/tindakan di periode kedua yang akan digelar 14 Oktober nanti,” katanya.

Sementara itu, kegiatan ini sendiri berupa penyuluhan, pemeriksaan gigi dan mulut serta sikat gigi bersama bagi 1.091 anak, dengan melibatkan sebanyak 46 dokter gigi di Kota Pontianak. (Budi).