Pengamat: Penegak Hukum Harus Ungkap Cukong PETI di Sintang

oleh
Alat berat saat menggali tanah di lokasi PETI di desa Sirang/Sitambang, Manis Raya, Sepauk, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.

PONTIANAK – Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sirang/ Sitambang, Manis Raya, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang masih beroperasi. Diduga ada kaitannya dengan oknum-oknum aparat desa dan kepolisian.

Pengamat Hukum Kalimantan Barat, Usman Juntak, SH. MH mengatakan, pertambangan sudah diatur dalam Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang minerba.

“Untuk menjadi seorang pengusaha pertambangan, harus melengkapi perizinan atau persyaratan yang harus dipenuhi, apakah pertambangan itu termasuk dalam Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau masuk dalam IUP atau IUPK khusus,” ungkap Usman saat dimintai keterangan terkait PETI, Jumat (22/09/17).

Usman mengindikasi kegiatan ilegal itu ada yang membekingi (melindungi, red), namun dirinya tidak bisa menuduh mengingat harus ada penyidikan dari aparat.

“Jika itu bebar-benar PETI, aparat penegak hukum harus dapat melakukan tindakan. Sebab, ada sanksi pidana terhadap pelaku PETI, dan ini berdasarkan pasal 158 UU No 4 Tahun 2009 tentang minerba,” katanya.

Usman Juntak berharap, aparatur pemerintah baik Pemerintah Daerah, Provinsi maupun aparat penegak hukum agar dapat mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat PETI tersebut.

“Kalau memang ada PETI, aparat penegak hukum wajib melakukan investigasi siapa cukong di belakangnya,” pinta Usman. (Fathur)