Nah Lo..! Pengusaha Kuliner di Pontianak Diminta Cantumkan Label Halal

oleh
Anggota DPRD Pontianak, Herman Hoffi Munawar

PONTIANAK– Sebagai kota yang menjadi surga bagi pengusaha kuliner baik yang berkelas maupun kaki lima, Kota Pontianak harus dapat memberikan sebuah wadah kenyamanan dan keamanan bagi para konsumen kuliner, khususnya bagi konsumen yang beragama islam.

“Barometernya bisa dilihat hampir setiap ruas jalan ada pedagang menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman. Namun sayangnya, belum ada jaminan kuliner yang ditawarkan benar-benar halal dan higienis,” ujar anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar, Jumat (22/9/17).

Bakal calon Wali Kota Pontianak tersebut mengungkapkan, beberapa waktu lalu sempat heboh bahan baku kuliner tak sesuai dengan promosi. Menurutnya harus ada kepastian bahwa makan dan minuman ditawarkan pedagang halal dan higienis.

“Pedagang harus jujur dengan bahan baku yang digunakan. Harus ada kesesuaian antara label dengan isinya,” katanya

Menurutnya, pedagang juga tidak boleh mencantumkan atau menulis di tempat usahanya dengan label halal. Label halal hanya boleh dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang.

Oleh karena itu, selaku legislator, dirinya mendorong pemerintah daerah untuk membuat regulasi dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang mengatur kuliner ini agar tidak menjadi liar dan tak terkendali, sehingga warga kota tidak terjamin apakah yang dikonsumsi halal dan higienis.

Di samping itu, LPPOM MUI harus berperan aktif membantu pengusaha kuliner mendapatkan sertifikat halal. Pemerintah kota dalam hal ini Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan harus berperan aktif melakukan pembinaan, termasuk regulasi sanksi bagi yang melanggar.

“Pemberlakuan sanksi harus jelas dan tegas mulai sanksi administrasi sampai sanksi pidana atau kurungan” pungkasnya (Budi)