Masyarakat Jangan Khawatir Fenomena Equinox

oleh
Ilustrasi - Fenomena Equinox

PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mengimbau agar masyarakat tidak perlu terlalu berlebihan mengkhawatirkan dampak dari equinox. Pasalnya keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis.

“Malahan suhu untuk besok di Kalteng, saat terjadinya fenomena equinox, kami prediksi berkisar 30-33 derajat celcius. Jadi tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis,” ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya, Anton Budiyono, Jumat (22/09/17).

Kendati begitu, lanjut Anton, ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas, dengan cara mengkonsumsi air minum agar tidak dehidras dan makanan yang tepat untuk menjaga tubuh tetap fit, karena saat ini Kalteng sudah memasuki musim kemarau.

Dijelaskannya, equinox merupakan salah satu fenomena astronomi dimana matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September. Khusus di Kalteng, yang  terkena garis khatulistiwa adalah Kabupaten Murung Raya.

Equinox bukan merupakan fenomena gelombang panas seperti yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama. (TV)