Lahan Ganti Rugi Belum Dibayar, Ini Kata Dinas PRKPP

oleh
Kepala Dinas PRKPP Barito Utara, Yaser Arafat

MUARA TEWEH – Pembangunan bendungan untuk bangunan irigasi persawahan di Desa Jamut, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, hingga kini menyisakan masalah. Salah satunya adalah ganti rugi lahan warga masih yang belum jelas.

Padahal, dalam nota pertimbangan dari sekretariat daerah menyatakan, sisa pembayaran untuk 13 persil bidang tanah sebesar Rp748,730 juta pada tahap II tahun 2014. Sedangkan pembayaran  ganti rugi tahap I tahun 2013 kepada 71 persil bidang tanah, dengan jumlah Rp1.543,210.000 miliar.

Namun sisa pembayaran yang dijanjikan sesuai dengan nota pertimbangan tersebut hingga kini tak kunjung diselesaikan. Sementara warga sangat berharap adanya pembayaran tahap II sesuai dengan janji tersebut.

“Lahan saya hingga kini belum dibayar, padahal janji tahap dua. Kita pertanyakan masalah kejelasan pelunasan,” ungkap warga, Frans Simamora kemarin.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Yaser Arafat, Jumat (22/09/17) mengatakan, sebelumnya sebagian belum dibayar.

Sebagai dinas yang baru dibentuk, pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan pihak pengadaan. Diantaranya mengenai prosedur. Bila ini sesuai prosedur, maka akan dilakukan pembayaran dengan jumlah keseluruhan.

“Karena dinas kita baru dibentuk, kita akan berkoordinasi. Pada intinya kita tidak mempersulit masyarakat,” kata Yaser Arafat.

Terkait dengan adanya bangunan irigasi yang saat ada genangan yang merendam kebun warga, ini sudah ada kesepakatan dengan masyarakat terkait masalah ganti rugi. Hanya saja dalam peraturan, pihak yang memerlukan mengusulkan lahan yang akan diganti rugi, setelah itu baru dilaksanakan pembayaran. (Bani)