Jaksa Minta Forum Camat Sanggau Hormati Proses Hukum

oleh
Ilustrasi

SANGGAU – Menanggapi permintaan forum camat terkait penangguhan penahanan Camat Beduai yang berinisial AG, Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalbar kepada B-ONETV, Jumat (22/9/17), Reza Syahrial meminta para Camat menghormati jalannya proses hukum.

“Yakinlah para aparat penegak hukum, khususnya Kejaksan yang memproses itu sudah begitu cermat dan matang karena mereka melakukan penyelidikan dan penyidikan tidak secara instan, tetapi melalui proses atau tahapan-tahapan,” kata Reza.

Oleh karena itu, Reza meminta para Camat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengklaim bahwa proses hukum atas kasus AG sudah sesuai SOP.

“Yang ingin saya beritahu bahwa aparat yang sedang memproses dari penyelidikan ke penyidikan itu sudah sesuai SOP, karena informasi yang saya dapat sejak Januari itu pihak Kejaksaan sudah melakukan penyelidikan atas kasus ini,” pungkasnya.

Reza mengaku tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penangguhan penahanan, karena semua sudah ada di tangan penyidik dalam menjalani setiap tahap proses hukumnya.

“Kewenangannya ada di penyidik, apakah bisa atau tidak dilakukan penangguhan penahanan. Maka itu, saya minta kita hormati dulu proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.

Sementara secara terpisah, pengamat Hukum Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim, meminta Kejaksaan tidak setengah-setengah dalam melakukan proses hukum.

“Maksud saya diperiksa semua, termasuk staf camat yang melakukan pengawasan, terlebih pihak BPM Pemdes, itu baru fair. Bukan hanya camat jak, karena pencairan dana itukn bukan berakhir di Camat, tapi di BPM Pemdes. Dan ingat yang menyalahgunakan uang Desa itu bukan Camat, tapi kades,” kata Rahim.

Meskipun mendukung pemberantasan korupsi, namun Rahim meminta Kejaksaan harus memilah dan memilih mana yang kesalahan administrasi, dan mana yang memang benar-benar mencuri uang rakyat.

“Kita minta Jaksa jangan membabi buta menetapkan orang tersangka, jangan sampai menzhalimi orang dengan cara-cara seperti itu,” harapnya. (indra)