Sisa Ganti Rugi 60 Hektare Lahan Warga Desa Jamut Belum Dilunasi Pemda Barut

oleh
Warga setempat saat berada di kebun karet yang tenggelam akibat pembangunan bendungan pleh dinas terkait

BARITO UTARA – Ganti rugi lahan seluas 60 hektar tanaman karet dan kebun sawit warga desa Jamut kecamatan Teweh Timur kabupaten Barito Utara belum juga diselesaikan Pemda setempat.

Padahal perjanjian pelunasan tanah dan lahan warga berkisar tahun 2013-2014 namun sampai saat ini belum juga diselesaikan.

Menurut salah seorang pemilik lahan Frans Simamora menceritakan ke B-ONETV, Kamis (21/9/17) kalau lahan miliknya seluas 6 hektare belum ditambah tanah tumbuhnya berkisar kurang lebih Rp700 juta belum dibayar sama Pemda Barito Utara padahal pembayaran ganti rugi tersebut harus dilunasi tahun 2014 namun hingga sampai saat ini belum juga dibayar.

“Sedangkan aktifitas proyek bendungan saluran air di lahan masyarakat warga jamut tersebut sudah hampir selesai dan ganti rugi lahan warga belum jelas sama sekali sampai saat ini,” ungkapnya.

Kepala Desa Jamut, Sunar juga meminta dengan tegas jika pihak terkait harus membayar apa yang sudah menjadi hak masyarakatnya. Jangan hanya janji saja,.

“Padahal pemerintah kades dan jajaran beserta masyarakat nya sudah berapa kali mengirim surat hingga ke Pemda supaya perkara lahan warga cepat di selesaikan supaya jangan di gantung-gantung dan tidak jelas seperti sekarang ini,” pungkas dia. (Benros)