Satu Muharram, Pemkab Kubu Raya Gelar Dzikir dan Doa Bersama

oleh
Suasana doa dan dzikir bersama

KUBU RAYA –  Menyambut awal tahun baru 1 Muharram 1439 H, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan MUI Kubu Raya dan NU Kubu Raya mengelar Dzikir dan Doa bersama yang dipusatkan di masjid Bir Ali Komplek Kantor Bupati Kubu Raya.

Ketua Panitia, Ustadz Abdussalam mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut satu miharram yang secara kbusus mendoakan saudara-saudarai muslim di Myanmar. Sekaligus mengisi dan merayakan tahin baru Hijriah dengan bermunajad, berdzikir dan berdoa kepada Allah.

“Ini kita lakukan atas kerjasama dengan Pemerintah Kubu Raya, MUI Kubu Raya dan NU Kubu Raya. Kita ingin mendoakan saudara-saudara kita di Myanmar,” ujar Abdussalam.

Sementara itu, Odang Prasetyo mewakili Bupati Kubu Raya mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka membangun sebuah refleksi atas perjalanan panjang selama setahun dan apa yang dapat dilakukan lebih baik pada tahun mendatang.

Dikatakan Odang, jika umumnya tahun baru disambut dengan pesta kembang api dan yang lainnya. Pemerintah Kubu Raya ingin membangun tradisi dan kebiasaan baik, dengan menyambut dan merayakan tahun baru hijriah dengan berdoa dan berdzikir kepada Allah.

“Kita ingin agar melalui kegiatan tersebut kita dapat membangun kebiasaan baik dalam menyambut dan merayakan tahun baru hijriah kita dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah. Disamping itu, kita ingin mengajak umat islam Kubu Raya untuk merefleksikan perjalanan panjang selama satu tahun yang berlalu dan memperbaiki ditahun mendatang,” ujar Odang.

Odang mengatakan dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah akan membawa setiap orang kepada kebaikan-kebaikan. Menjauhkan diri dari pengaruh-pengaruh yang kurang baik. Baik dalam pergaulan maupun dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat.

Odang juga mengingatkan masyarakat yang aktif di soasial media agar lebih berhati-hati dalam membagikan kiriman yang diterima dari orang lain. Hal itu menjadi penting agar tidak membagikan hal-hal yang berbau ujaran-ujaran kebencian dan lain sebagaianya. Yang dapat mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa. (Fsl)