Empat Jamaah Kalteng Wafat di Tanah Suci

oleh
Jamaah Haji Kalteng yang baru tiba dari tanah suci

PALANGKA RAYA – Empat jamaah haji asal Kalimantan Tengah meninggal di Tanah Suci. Keempat orang tersebut adalah Wahidah Atung Sidik dari Kabupaten Barito Selatan, Darlian Uduy Usup dari Seruyan, Muslimah Zarkoni Asrof dari Katingan dan Maskanah Hasan Umpau dari Kota Palangka Raya.

“Mereka yang meninggal karena sudah tua, umurnya diatas 70 tahun. Ditambah lagi cuaca di sana yang sangat panas, sehingga cepat letih, ” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kalteng, H Abdul Halim, usai menyambut kedatangan gelombang pertama jamaah haji, di Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya, Rabu (20/09/17).

Namun menurutnya, secara umum  kondisi kesehatan jamaah haji saat ini dalam keadaan sehat wal afiat. Walaupun memang ada beberapa jamaah sempat  di rawat di RS.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail berharap, para jamaah haji yang sudah kembali ke Bumi Tambun Bungai, dapat menjadi haji mabrur.

Wagub juga nantinya akan meminta laporan hasil pelaksanaan haji dari Tim Pendamping Haji Daerah (TPID), sehingga kedepan pelayanan haji dapat terus diperbaiki. Namun ia mengaku bersyukur, sejauh ini, belum ada keluhan yang berarti. Tetapi pada intinya dari tahun ke tahun pelayanan haji semakin baik.

Pelaksana Harian (Plh) Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangka Raya, Eman Prasetyo, menyatakan, untuk mengantispasi jika ada jamaah yang terkena penyakit infeksi seperti Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers Cov),  petugas gabungan dari instansi telah disiagakan di bandara dan asrama haji.

Seluruh jamaah haji, akan dibawa langsung ke asrama haji dengan menggunakan bus. Tetapi sebelum masuk ke asrama haji, terlebih dulu harus melewati alat pengukur suhu tubuh (thermal scanner) yang akan pasang di pintu masuk lengkap dengan layar monitor.

Menurut Eman, jika ada jamaah yang sakit akan diklasifikasikan lagi dalam dua kategori. Apabila Mers Cov, langsung dibawa ke RS dengan menggunakan mobil ambulan khusus, tanpa harus ke asrama haji. Sedangkan yang sakit biasa akan dibawa ke poliklinik asrama haji untuk diobservasi dan mendapatkan penanganan kesehatan. (TV)