60 Hektare Lahan Warga yang Tenggelam Tak Diganti Pemda Barito Utara

oleh
Salahsatu warga saat menunjukan lahan mereka yang terendam akibat pengerjaan bendungan oleh dinas terkait

BARITO UTARA – Kurang lebih  60 hektar tanaman karet dan kebun sawit warga Desa Jamut  dan desa lijo kecamatan Teweh Timur kabupaten Barito Utara mati akibat terendam air bendungan dinas Pekerjaan Umum pengairan provinsi Kalimantan tengah.

Akibat dari terendam nya kebun karet dan sawit warga berimbas langsung pada perekonomian masyarakat setempat.

Menurut warga kepada B-ONETV, Kamis (21/9/17) hampir tiga tahun lamanya kebun masyarakat setempat digenangi air dan membuat perekonomian masyarakat menurun drastis, karena yang diharapkan hanya dari sadapan karet.

Bukan itu saja hak dan ganti rugi tanah masyarakat yang dibebaskan belum juga dilunasi. Bahkan ada yang belum dibayarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten dan Provinsi.

 

“Kami sebagai masyarakat berharap ke pemerintah daerah khususnya Pemda dan dinas perumahan dan permukiman supaya segera selesai kan hak-hak nya kami masyarakat , dan bayarin secepatnya uang ganti rugi tanah kami, bayangkan saja dari tahun 2014 sampai saat ini tanah kami belum dibayar hanya  janji manis saja , jangan dibodohhi masyarakat kami hanya menuntut hak kami,” kata Fader Simamora salahs satu pemilik kebun karet.

Sementara itu, Kepala Desa Jamut, Sunar menuturkan sudah seharusnya dinas terkait memberikah hak masyarakt tersebut. Jangan hanya sekadar janji belaka.

“Kalau hak ganti rugi tahun ini gak dibayar masyarakat dua desa tersebut akan melakukan demo ke kantor bupati akan DPRD supaya mendengar aspirasi warga dan akan menyetop dulu pekerjaan bendungan supaya tidak ada aktivitas sampai lahan masyarakat diganti dulu,” kata dia menambahkan. (Benros)