Sosialiasai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

oleh
Sekda Kapuas Rianova saat membacakan sambutan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat pada kegiatan Sosialisasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Rabu (20/09/17) pagi

KUALA KAPUAS – Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Kapuas, Rabu, (20/09/17) pagi di aula Bappeda Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini dibuka Sekda Kapuas, Rianova mewakili Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat. Tampak pula Kadis Pertanian Kapuas Anjono Bhakti.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda mengatakan, pemerintah telah merencanakan program upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai yang keberhasilannya antara lain sangat ditentukan oleh kinerja dari pemerintah pusat.

“Untuk mendukung program ini, salah satu yang sangat penting adalah upaya pengendalian alih fungsi lahan pertanian melalui perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, terdapat beberapa aspek yang harus dilaksanakan di dalam merencanakan, menetapkan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Diperlukan kebersamaan dan kerja bersama oleh seluruh pihak terkait.

Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat sampai daerah baik pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Kabupaten Kapuas, agar bekerja bersama dan masing-masing berperan secara nyata dalam mewujudkan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan berpedoman kepada undang-undang nomor 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, beserta peraturan pelaksanaannya dan peraturan menteri  pertanian yang memuat pedoman teknis kriteria dan persyaratan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Ditempat yang sama Ketua panita kegiatan sosialisasi, Iriani mengatakan, hal yang melatar belakangi dan menjadi tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, diantaranya adalah menindak lanjuti tanggapan dan respon masyarakat pada tahap inventarisasi di beberapa wilayah fokus yang dicanangkan, untuk mendapat kepastian atas hak dan kewajiban apabila lahan pertanian masyarakat ditetapkan sebagai bagian dari lahan pertanian pangan berkelanjutan.

“Jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 75 orang dan menghadirkan dua narasumber, yang pertama dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah. Narasumber kedua dari Direktorat Perluasan dan Perlindungan Lahan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian RI,” tukasnya. (Nad)