Panitia Larang Peserta Pawai Tanpa Alas Kaki

oleh
Peserta tanpa alas kaki

PALANGKA RAYA – Sebanyak 6000 orang mengikuti pawai  menyambut awal tahun kalender Islam, 1 Muharam 1439 Hijriyah. Dengan menggunakan berbagai busana dan antribut bernuansa Islami, para peserta ini terlihat dengan begitu antusias, kendati matahari saat itu sangat terik.

Masyarakat pun tak mau ketinggalan dan langsung datang ke kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Kalimantan Tenagh yang menjadi tempat peserta pawai yang dilepas Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Rabu (20/09/17).

Namun yang cukup menarik perhatian, saat wartawan B-One TV, memantau di lokasi, lantaran peserta pawai yang menggunakan pakaian bela diri, terlihat berjalan sambil menjinjitkan kaki. Bahkan ada yang melompat-lompat, agar kakinya tidak kepanasan dan melepuh. Hal ini karena mereka tidak menggunakan alas kaki, padahal rute yang ditempuh sekitar 5 kilometer.

Usai kegiatan, Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Islam, H Maslani mengakui, hal tersebut memang luput dari pantauan panitia. Tetapi sebenarnya tanpa diberitahu panitia pun, seharusnya pihak sekolah dapat lebih peka.

“Kita kasihan melihat anak-anak kepanasan berjalan di aspal tanpa alas kaki. Tahun depan ini tidak boleh terjadi lagi. Pada saat melakukan pendaftaran ini akan kami ingatkan kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengatakan, berbagai kegiatan digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam. Selain melaksanakan pawai 1 Muharram, umat Islam juga akan melakukan doa bersama, tausiah maupun amalan lainnya di berbagai masjid. (TV)