Kadin Sanggau Nyatakan Siap Jadi Pelaku Ekspor

oleh
Audiensi Kadin Sanggau ke dinas Pertanian Sanggau

SANGGAU – Sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sanggau dipimpin ketuanya Nur Kurniawan pada Rabu (20/9/17) pagi menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau H. John Hendri di kantor Dishangpang Hortikan Sanggau jalan Jendral Sudirman Kelurahan Beringin.

Audiensi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut berlangsung interaktif. Kedua belah pihak sepakat memajukan pertanian di Kabupaten Sanggau dengan melibat semua stakeholder termasuk Kadin Sanggau.

Ditemui usai audiensi, Kepala Dishangpang Hortikan Kabupaten Sanggau H. John Hendri berterimakasih kepada Kadin Sanggau yang sudah membangun komunikasi dengan Dishangpang Hortikan. Dalam pertemuan tersebut, kata John, selaku orang teknis bersepakat membuka komunikasi dalam membangun Sanggau dari sektor pertaniannya, khususnya terkait launching ekspor beras ke Malaysia yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden 21 Oktober 2017 mendatang.

“Kami sudah bicarakan juga tadi kira-kira apa yang perlu kita siapkan. Kalau dari Dinas pertanian kami menyiapkan mulai dari proses budidaya sampai kepada produksi dan ini terkait juga dengan bagaimana pemasarannya, bagaimana jaminan pemasarannya, peran Kadinlah yang kita minta untuk itu dan saya kira bukan hanya dari sisi pemasarannya tapi juga dari sisi perencanaannya harus sudah dimulai, setelah itu baru kita bicara proses selanjutnya,” kata John.

Tidak hanya bicara ketersediaan beras, Kadin juga diajak bagaimana bicara kualitas beras. Untuk menjadikan kualitas beras yang baik, tentu saja proses penanamannya harus benar. Untuk itu, Kadin juga diharapkan melakukan pendampingan kepada petani agar hasil dan produktivitasnya semakin baik.

Disiingung terkait rencana ekspor, John mengatakan masih menunggu hasil kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia.

“Mudah-mudahan ini bisa kelar,” harapnya. Secara tehknis Kadin mengaku siap.

“Tadi juga sudah kami bicarakan dengan Kadin bahwa peluang bukan hanya diekspornya saja, tetapi pendampingan kepada petani juga kita diskusikan, misalnya pengadaan pupuk, obat-obatan, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan petani, inikan perlu juga kita pikirkan,” kata John.

Sementara itu, Ketua Kadin Sanggau, Nur Kurniawan ditemui usai audiensi menyampaikan bahwa pertemuan dengan Dishangpang Hortikan guna menjawab tantangan yang diminta Kepala Dinas. Intinya, tegas Wawan, sapaan akrabnya siap menjadi pelaku ekspor. Namun dari hasil pertemuan itu, Kadin melihat Dinas Hangpang Hortikan terkesan ragu.

“Namun kami meyakinkan bahwa kami siap menjadi pelaku, tapi intinya kami minta kejelasan kuota ekspor kepada pemerintah,” kata Wawan.

Dikatakan Wawan, Kadin merasa perlu berperan serta sebab Kadin punya pengusaha-pengusaha yang memang sudah siap menjadi pelaku usaha. Dari pembicaraan dengan Dishang Hortikan, lanjutnya, terungkap bahwa Kabupaten Sanggau surplus beras. Namun, terkait ekspor tentu ada standar khusus yang diminta negara penerima.

“Kalaupun nanti surplus beras yang dikatakan Pak John itu 65 ribu ton itu tidak memenuhi stsndar negara penerima, tentu kita bisa menyiapkan beras lain, misalnya beras dari pulau Jawa,,” terangnya.

Intinya, tegas Wawan, Kadin Sanggau siap menjadi pelaku ekspor, asalkan keran komunikasi antara Kadin dengan Pemerimtah khususnya pertanian dibuka seluas-luasnya.

“Kami juga minta kepada Dinas Pertanian untuk menyuarakan kepada pemerintah pusat bahwa Kadin Sanggau siap menjadi pelaku usaha, baik itu menyediakan berasnya, packagingnya, kita siap,” ujarnya.

Wawan menegaskan bahwa Kadin Sanggau tidak mau hanya menjadi penonton saja.

“Keseriusan ini sudah kami sampaikan secara langsung kepada pak John,” tuturnya. (indra)