Hama Tikus Momok Menakutkan Petani di Kotabaru

oleh
Lahan pertanian Maju Makmur

KOTABARU – Petani di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan mengeluhkan banyaknya hama tikus di lahan pertanian mereka.

Salah satu anggota kelompok tani Maju Makmur Desa Pembelacanan, Suli Sarwono kepada B-ONE TV menjelaskan, untuk kendala utama adalah hama karena itu dapat merugikan masyarakat saat akan memanen hasilnya.

“Bahkan ada petani yang akan panen tidak mendapatkan hasil apa-apa karena tikus yang menyerang padinya,” ungkapnya, Rabu (20/09./17).

Kata dia, kalau bicara kerugian tentunya pasti dialami para petani ketika hama tikus menyerang dan perkiraan hitungan nominalnya untuk 1 hektarnya mencapai kisaran Rp 7 – 8 juta dan itu menjadi pemikiran pastinya.

Meskipun sudah ada bantuan yang disalurkan oleh pihak Pemerintah Daerah melalui instansi Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Kotabaru pada pengendalian khusus pra tanam atau sebelum memasuki menanam padi namun tetap saja tikus menyerang lahan pertanian yang ada.

“Selebihnya para petani terpaksa harus melakukan upaya sendiri misalkan saja memberikan racun Posvit yang disertai atau dicampur dengan makanan tikus yakni gabah dan sebagainya. Tapi, walaupun begitu yang namanya tikus selalu saja ada apalagi disaat pase padi sudah mulai bunting,” tambahnya.

Menurutnya, yang paling bagus untuk menghambat penyebaran hama tikus harus menggunakan pagar dari plastik hanya saja biayanya yang relatif lumayan tinggi sehingga hanya sebagian saja petani dapat menerapkannya.

“Ada sih bantuan pagar plastik dari instansi terkait namun hanya untuk lahan 1 hektar saja dan itu pastinya masih belum mencukupi. Akan tetapi, saya bersyukur untuk cuaca seperti sekarang ketersediaan air bagi lahan pertanian dirasa cukup sehingga tidak mempengaruhi tumbuh kembang tanaman dan hanya tikus saja yang menjadi kendala utama kami di lapangan,” pungkasnya. (Yh)