Tiga Bulan Tak Masuk, CPNS Sanggau Diancam Pecat

oleh
Sekda Menyerahkan SK CPNS Secara Simbolis Kepada Peserta Pembekalan

SANGGAU – Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Al Leysandri mengultimatum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sudah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk bekerja sesuai tupoksinya.

“Saya ingatkan kepada kalian semua, jika tiga bulan tidak melaksanakan tugas, akan saya delete, langsung kita pecat, nanti ada evaluasinya, meskipun kalian sudah dapat NIP, ” tegas Sekda saat memberikan pembekalan kepada 125 CPNS di lingkungan Pemkab Sanggau yang dilaksanakan di Sekretariat Daerah Sanggau, Selasa (19/09/17).

Sebelum ditetapkan sebagai PNS, CPNS terlebih dahulu di monitor kinerjanya dan dilakukan evaluasi.

“Setelah itu baru kalian mengikuti prajabatan, jadi tidak serta merta kalian bisa jadi PNS, ingat itu,” ujarnya.

Sekda mengajak CPNS untuk bersyukur mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menjadi abdi negara dan abdi masyarakat. Untuk itu, Dia mengajak seluruh CPNS melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sekda kembali mengingatkan kepada PNS untuk tidak mengajukan pindah sebelum waktunya.

“Apalagi mau minta pindah, alasannya ingin mengabdi di tanah kelahiran, bohong itu, tidak boleh kalian ngomong seperti itu, Sanggau ini juga bagian dari NKRI, ingat kalian diterima dari formasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Sanggau, tidak gampang kami mengusulkan formasi itu,” beber Sekda.

Meskipun begitu, Pemerintah Daerah tidak sembarangan melarang PNS untuk pindah, tetap ada syaratnya.

“Syarat minimal 10 tahun dan atau kalian sakit yang butuh penangan dokter lebih lanjut baru bisa kami pertimbangkan usulan pindah kalian, kalau dibawah itu dan alasannya tidak jelas saya pastikan tidak akan saya tandatangani, ” terangnya.

Sementara itu, Herkulanus, Sekretaris BKPSDM Sanggau dalam sambutannya menyampaikan, peserta pembekalan diikuti sebanyak 125 CPNS dengan rincian Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari Kementerian Kesehatan sebanyak 69 orang yang terdiri dari dokter umum sebanyak 2 orang dan bidan sebanyak 67 orang, CPNS yang diangkat dari harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian Kementerian Pertanian sebanyak 22 orang terdiri dari golongan III sebanyak 5 orang dan golongan II sebanyak 17 orang, sementara untuk CPNS yang diangkat melalui program Guru garis depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 34 orang yang semuanya golongan III.

“Khusus untuk guru garis depan, formasi awal sebanyak 35 orang, namun 1 orang mengundurkan diri karena mendapat pekerjaan dari sektor swasta,”  tuturnya. (indra)