Razia Obat PCC di Kabupaten Sekadau

oleh
Razia yang digelar dinas terkait di sejumlah apotek di Kabupaten Sekadau

SEKADAU – Mengantisipasi peredaran PCC di Sekadau, Kalimantan Barat, Dinas terkait  menggelar Razia di sejumlah apotek dan toko obat, Selasa (19/9/17).

Dalam razia tersebut, tim tidak menemukan adanya PCC yang dijual di apotek maupun toko obat.

“Kepada pemilik apotek dan toko obat kami pesan agar membeli obat harus dari distributor remi. Kalau ada sales yang menjual produk secara tidak resmi jangan dibeli,”  ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Slamet

Slamet mengungkapkan, PCC bukanlah narkoba. Hanya saja, kata dia, bila PCC dikonsumsi dengan dosis berlebihan maka akan menimbulkan efek bagi kesehatan.

“Sesungguhnya PCC dari 2013 sudah dilarang peredarannya di Indonesia. Kalau sekarang ditemukan ada PCC berarti PCC produk yang ilegal,” ungkapnya .

Sementara itu, dr. Iswandi, salah seorang pemilik apotek mendukung upaya tersebut. Sebab, kata dia, bila terjadi penyalahgunaan obat-obatan tentunya akan berdampak bagi masyarakat, termasuk kepada anak-anak.

“Kami mendatangkan obat dari distributor resmi, kami buatkan surat permintaan dikirim ke Pontianak, diterima, diproses baru obatnya dikirim. Kalau mereka tidak terima surat permintaan tidak bisa,” kata dia.

Iswandi menjelaskan, pada dasarnyaparacetamol dan cafein juga terkandung dalam bodrex. Hanya saja, kata dia, yang menjadi masalah dan dinilai berbahaya adalah carisoprodol

“PCC penyalahgunaan yang bermasalah, dan efeknya lebih kepada stimulan. Untuk medis memang kegunaannya ada banyak,” tuturnya (Yahya)