Razia Gabungan, Pelanggar Disanksi Tanam Pohon

oleh
Petugas PM sedang melaksanakan razia kendaraan

KUBU RAYA – Jajaran Ditlantas Polda Kalimantan barat, bersama Dispenda Provinsi Kalimantan Barat menggelar razia gabungan di Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (19/09/17).

Uniknya dalam razia gabungan yang di back up Personil TNI AD ini, para pelanggar ringan yang terjaring dalam razia itu hanya diberikan sanKsi berupa menanam pohon di lokasi Kampus Sekolah Tinggi Bahasa Kubu Raya. Sedangkan bagi pelanggar lainnya seperti belum membayar pajak, tetap ditilang dan harus menyelesaikan kewajibannya digerai Samsat keliling yang sudah disediakan petugas.

AKBP Yulianto selaku Kasubdit bin gakkum Ditlantas Polda Kalbar mengatakan, razia gabungan ini merupakan razia rutin yang sering dilakukan. Namun untuk razia hari ini, para pelanggar ringan tidak ditilang, hanya disuruh untuk menanam pohon saja. Hal ini merupakan salah satu bentuk aksi simpatik Ditlantas dalam rangka peringatan HUT Lantas yang ke 62.

“Untuk hari ini, bagi pelanggar ringan kita beri kemudahan dan tidak kita tilang,  mereka yang pelanggarannya tidak fatal hanya disuruh untuk menanam pohon, karena hari ini merupakan HUT Ditlantas yang ke 62. Dan apa yang kita lakukan ini semoga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan,” jelas Yulianto.

Sanksi yang diberikan petugas terhadap pelanggar ringan dalam razia gabungan ini cukup diapresiasi para pelanggar, sebab dengan aksi simpatik yang dilakukan patugas, bisa turut memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk turut peduli dengan lingkungan.

“Aksi simpatik yang dilakukan petugas dalam razia gabungan kali ini sangat bagus, karena dengan sanksi menanam pohon bagi pelanggar ringan setidaknya memberikan satu kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ungkap Jalin, salah seorang pengendara yang diberi sanksi menanam pohon karena SIM nya sudah kadaluarsa.

Dalam razia gabungan ini, tidak hanya menyasar kepada warga sipil, tetapi pengguna jalan dari kalangan TNI tidak luput dari operasi gabungan. Selain itu, teguran juga diberikan POM kepada warga sipil yang kedapatan menggunakan dan menempel atribut militer di kendaraan mereka. (Fsl)