Dituding Ilegal, Mahasiswa STKIP Permata Nusa Sanggau Mengadu ke Dewan

oleh
Robby Sugiarto

SANGGAU – Sebanyak 10 orang mahasiswa STKIP Permata Nusa mengadu ke Komisi D DPRD Sanggau guna mempertanyakan kejelasan kampus mereka yang dituding ilegal.

“Tadi mereka sepuluh orang datang sekitar sekitar 09.30. Kami sudah catat beberapa poin masukan dari mereka,” kata Ketua Komisi D DPRD Sanggau Robby Sugianto kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/9).

Bahkan, Ia berencana akan memanggil pihak Yayasan sebagai pengelola STKIP guna mempertanyakan sejauhmana izin perguruan tinggi tersebut. Meski belum memastikan jadwal pastinya, yang jelas pemanggilan pihak yayasan selaku pengelola adalah untuk mengetahui duduk perkara.

“Kita juga minta yayasan ini bertanggungjawab berkaitan dengan para mahasiswa ini,” katanya.

Robby membeberkan ada opsi dari pihak yayasan untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan mahasiswa yang telah melakukan proses belajar mengajar sebanyak 75 persen.

“Kalau tidak salah saya (dana yang akan dikembalikan) sebesar 70 persen. Cuma ada beberapa dari mahasiswa yang sudah kuliah di sana sekitar 3-4 tahun, bagi mereka uang itu sebenarnya tidak jadi persoalan. Terpenting legalitas mereka diakui,” kata politisi Gerindra itu.

Ada juga opsi menunggu sampai izin STKIP tersebut rampung.

“Makanya kami juga perlu mengundang pihak yayasan tersebut untuk kami mintai keterangan. Karena tujuan kami di sini bukan untuk membela mahasiswa dan bukan untuk menyalahkan pihak yayasan. Tetapi satu-satunya yang kami inginkan adalah STKIP ini bisa bertanggungjawab, bila perlu diteruskan izinnya,” harap dia.

Para mahasiswa juga bisa mendapatkan hak mereka, karena sudah memberikan kewajiban berupa biaya dan menjalankan proses belajar mengejar.

“KKN juga sudah dijalankan. Akhirnya pada tahapan skripsi ini mereka ragu, akibatnya nasib mereka terkatung – kantung sampai saat ini,” ungkapnya.

Opsi lainnya adalah, para mahasiswa tersebut diminta melanjutkan ke STKIP Melawi yang ada di Entikong. Hanya saja opsi ini masih mengudang pertanyaan. Pertama, apakah dengan pindah itu, mereka bisa menggunakan transkrip nilai mereka yang sudah mereka pelajari di STKIP Permata Nusa ini, dan mereka hanya melanjutkan sisa mata kuliah mereka. Atau mereka harus pindah dan mengulang dari awal.

“Yang membuat mereka keberatan ini adalah mengulang dari awal. Ini persoalan. Kedua, apakah biayanya dibebankan pada Yayasan Permata Nusa, atau mereka harus mengeluarka biaya sendiri lagi. Karena kan sayang sekali waktu mereka. Seharusnya mereka sudah bisa menggunakan ijazah mereka dalam tahun-tahun ini. Tetapi mereka harus ikut 3,5 tahun lagi,” ujarnya. (indra)