Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Siswa

oleh
Narasumber kegiatan penyuluhan penyalahgunaan narkoba kepada kalangan pelajar dan mahasiswa di operation room Setda Kotabaru

KOTABARU – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang bekerjasma dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotabaru memberikan penyuluhan tentang bahaya penggunaan narkoba, Selasa (19/9/17).

Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang bahayanya narkoba. Selain dihadiri oleh jajaran BNK, KNPI dan juga pelajar dan mahasiswa, juga tampak berhadir mewakili Pemerintah Daerah Kotabaru Asisten II bidang perekonomian dan kesejahteraan,  Joni Anwar.

Joni Anwar mengatakan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat dikalangan masyarakat dan itu bukan hanya dari orang dewasa saja melainkan di lingkungan anak muda.

“Pencegahan narkoba ini tentunya menjadi tugas kita bersama baik dari Pemda, LSM, organisasi masyarakat dan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia berpesan khususnya untuk organisasi pemuda seperti KNPI Kotabaru agar terus aktif dan konsisten mencegah penyalahgunan narkoba serta diharapkan selalu bersinergi dgn program pemerintah.

“Mari kita secara aktif memerangi narkoba minimal dari lingkungan keluarga dahulu kemudian di luar,” tambahnya memberikan himbauan.

Senada dengan itu, dari BNK Kotabaru AKP Margo menyampaikan, psikotropika dan bahan adiktif lainya adalah bahan zat bukan tergolong makanan jika diminum, dihisap, ditelan atau disuntikan dan dapat menyebabkan ketergantungan terhadap kerja otak serta fungsi vital organ tubuh lainnya terpengaruh.

“Penyalahgunaan inilah yang mengakibatkan seseorang dapat dikenakan sanksi pidana. Misalksan saja, lem kastol, obat-obatan yang dilarang, minuman keras dan apabila disalah gunakan akan oleh si pengguna akan berakibat fatal bagi kesehatannya,” katanya.

Dilanjutkan olehnya, psikotropika adalah suatu obat baik alamiah maupun sintetis buatan tetapi bukan narkoba namun pengaruhnya sampai kejaringan otak pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku.

“Ini timbul akibat dari ego diri sendiri seperti ingin dipuji teman dan inilah yang menentang segala kebaikan dalam diri. Untuk sanksi hukumnya, untuk pengedaran psikotropika dikenakan hukuman tergantung dari seberapa berat kasusnya yang diatur dalam UU nomor 35 tahun 2009, pasal 133 hukuman maksimal hukuman mati. Sementara untuk penyalahgunaan psikotropika diatur dalam UU nomor 5 thn 1997, pasal 9 ayat 1 hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta,” terangya pula.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat baik itu didalam keluarga, tetangga dan warga lainnya agar tidak sampai mencoba-coba mempergunakannya. Intinya, peran semua stake holder bersama-sama ikut berperan andil dalam upaya memeranginya.

“Mari kita ciptakan generasi yang baik rohaninya, kuat mentalnya dan sehat jasmaninya dan mampu menjadi penerus untuk pemempin bangsa ini,” tandasnya. (Yh)