Dinkes Barut Intensif Awasi Obat dan Makanan

oleh
Sekretaris Dinas Kesehatan Barut, H. Siswandoyo

MUARA TEWEH – Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, secara intensif melakukan pengawasan obat dan makanan. Hal ini secara rutin dilakukan guna pencegahan terhadap para pengguna di kalangan masyarakat luas.

Sekretaris Dinas Kesehatan Barut, H. Siswandoyo, kepada b-onetv Senin (18/09/17) mengatakan, pengawasan yang telah dilakukan di beberapa tempat, seperti warung, toko obat, hingga apotik di dalam Kota Muara Teweh. Bahkan, Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan seluruh pemilik toko obat dan apotik.

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil pemberitaan di media masa mengenai masalah obat PCC di daerah lain.

“Hari ini dan besok, akan kita melakukan rajia di tempat-tempat penjualan obat di Kota Muara Teweh, ” ungkapnya.

Kendati sebelumnya tidak ditemukan obat PCC, tapi obat ini sama seperti zenit, somadril dan molek, dimana obat tersebut berklasifikasi keras dan tidak bisa digunakan sembarangan. Beda dengan di apotik, karena harus dengan resep dokter. Apalagi, obat PCC tidak bererdar lagi karena adanya pencabutan ijin penjualan sejak tahun 2013.

“Kalau di Kalimantan, obat zenit yang ijin edarnya dicabut. Karena obat ini berbahaya bila digunakan sembarangan,” tuturnya.

Selain melakukan rajia obat-obatan, , Dinas Kesehatan juga melakukan rajia terhadap makanan kedaluarsa sebagai pengawasan guna menjamin keamanan terhadap konsumen. Pemeriksaan juga dilakukan bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Dalam rajia, seluruh obat atau makanan yang ditemukan akan diambil untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (Bani)