Upaya Pemadaman Karhutla Melalui Water Bombing di Pulang Pisau Terus Dilakukan

oleh
Petugas hendak melakukan pemadaman melalui water bombing. Foto : ba

PULANG PISAU – Hampir satu pekan terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Lokasi kebakaran hutan dan lahan berada di dua Kecamatan yakni Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau.

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di dua kecamatan itu pun sudah kian meluas mencapai kurang lebih puluhan hektar. Data dari satelit Aqua titik panas ( Hotspot) di dua Kecamatan tersebut terpantau 20 titk panas ( Hotspot).

Agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas, sampai berita ini diturunkan upaya pemadaman terus di lakukan secara bersama oleh petugas dari Posko Badan Penanggulangan Bencana Dearah Kabupaten Pulang Pisau (BPBD ) Bersama dengan BPBD Provinsi Kalteng ditambah Tim dari TNI Polri.

Untuk memadamkan api di daerah yang sulit terjangkau, petugas gabungan berupaya memadamkan api dengan water bombing yakni melalui jalur udara.

Danrem 102 Panju Panjung, Kolonel Arm Naudi Nurdika yang didampingi Kasioprem 102 Panju Panjung, Letkol Abraham Kalelo, Panrem, Sertu Edi Susanto bersama BPBD Kalimantan Tengah menggunakan Hely bell 412 PK Das milik BNPB dari Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya untuk memantau titik api melalui jalur udara.

Usai melakukan pemantauan melalui jalur udara, Danrem 102 Panju Panjung, Kolonel Arm Naudi Nurdika mengatakan kepada awak media, bahwa kedatangannya bersama Rombongan adalah untuk melaksanakan pemantauan udara.

“Hasil evalusi selama kurang lebih lima hari di wilayah kecamatan Kahayan Kuala ada terdapat sekitar dua puluh hektar lahan terbakar yang belum juga padam hingga saat ini,” ungkapnya.

Kolonel Arm Naudi Nurdika pun manambahkan bahwa pemadam kebakaran hutan dan lahan harus segera dilaksanakan secara maksimal, agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas.

“Kondisi ditempat terjadi nya kebakaran hutan dan lahan saat sekarang masih berasap. Diharapkan dengan kerjasama yang baik dari semua tim dan satgas, kebakaran hutan dan lahan tidak meluas dan dapat dipaadamkan dengan melakukan evaluasi teknis pemadaman di posko-posko yang sudah di bentuk masing masing. (ba)